Trending

Lapas Perempuan Ternate Tabur 500 Benih Ikan Nila dan Panen Pokcoy Perkuat Ketahanan Pangan

Lapas Perempuan Ternate Tabur 500 Benih Ikan Nila dan Panen Pokcoy Perkuat Ketahanan Pangan
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara Said Mahdar bersama Kepala LPP Ternate Agustina serta jajaran PIPAS menabur benih ikan Nila (Foto:LPP Ternate)

Spektroom – Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) melakukan kegiatan panen sayur dan menabur benih ikan yang merupakan wujud pembinaan kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang dilakukan WBP tersebut dengan panen sayur Pokcay yang dilakukan budidaya melalui hidroponik pada lahan ketahanan pangan LPP serta menabur 500 benih ikan Bila, Sabtu (31/1/2026).
Pada kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pertemuan rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) Daerah Maluku Utara yang dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku Utara Said Mahdar, jajaran pimpinan tinggi, Ketua PIPAS serta pengurus sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi Program Ketahanan Pangan yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku Utara Said Mahdar mengatakan  program pembinaan kemandirian merupakan langkah strategis sebagai proses reintegrasi sosial warga binaan.
"Keterampilan di bidang Pertanian dan Perikanan menjadi bekal penting bagi warga binaan sehingga nantinya dapat membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujar Said.
Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa, Lapas Perempuan Ternate telah berkomitmen untuk menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berkelanjutan. Kegiatan telah didokumentasikan serta dilaporkan secara berjenjang sebagai bagian dari akuntabilitas pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Sementara Kepala Lapas Perempuan Ternate Agustina kepada Spektroom usai kegiatan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian produktif yang terus dikembangkan.
"Setelah sukses mengelola bidang Pertanian Hortikultura dan Hidroponik, Lapas Perempuan Ternate memperluas pembinaan pada sektor perikanan air tawar dengan membudidayakan ikan Nila," ujar Agustina.
Lahan yang terbatas kata Agustina, menjadi kunci optimal dalam membekali warga binaan dengan keterampilan praktis yang bernilai ekonomi. Selain mendukung ketahanan pangan internal, program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan jiwa mandiri, disiplin, dan produktif bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Berita terkait

Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya memperbanyak penanaman cabai untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas tersebut menjelang akhir tahun. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), upaya ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming agar hasil panen dapat menambah pasokan di pasaran. Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina,

Bian Pamungkas
1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

Ambon-Spektroom : Sebanyak 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) diharapkan tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi dan gagasan untuk mendorong pembangunan Maluku. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., saat menghadiri Rapat Terbuka Luar Biasa Senat

Eva Moenandar, Bian Pamungkas
Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi

Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan puluhan bangunan tanpa izin yang berdiri di atas maupun sempadan saluran air. Dalam sebulan terakhir, penertiban dilakukan di empat kawasan, yakni Jeblokan II, Embong Blimbing, Kalianak, dan Lidah Wetan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini mengalami penyempitan akibat

Bian Pamungkas