Trending

Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi

Pemkot Surabaya Tertibkan Puluhan Bangunan di Atas Saluran, Drainase Akan Dinormalisasi
Alat berat diturunkan untuk menormalisasi saluran.(Foto : Diskominfo Pemkot SBY).

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menertibkan puluhan bangunan tanpa izin yang berdiri di atas maupun sempadan saluran air. Dalam sebulan terakhir, penertiban dilakukan di empat kawasan, yakni Jeblokan II, Embong Blimbing, Kalianak, dan Lidah Wetan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini mengalami penyempitan akibat bangunan, sekaligus mendukung optimalisasi sistem drainase guna mengurangi potensi genangan di Kota Surabaya.

Kepala Bidang Pengendalian Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Kota Surabaya, Mudita Dhira Widaksa, mengatakan penertiban dilakukan sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sasaran utamanya adalah bangunan tak berizin yang memanfaatkan area saluran maupun sempadannya.

"Jadi kita fokusnya sesuai arahan Pak Wali Kota, kita menertibkan bangunan tak berizin. Khususnya bangunan yang berada di atas atau sempadan saluran," kata Mudita, Senin (2/11/2026).

Di kawasan Jeblokan II yang melintasi Tambaksari, Gubeng, hingga Mulyorejo, penertiban menyasar bangunan di sepanjang sempadan saluran. Khusus di wilayah Mulyorejo, tercatat sekitar 60 bangunan yang digunakan untuk aktivitas perdagangan dan kegiatan lainnya.

Sementara di Kalianak, penertiban telah memasuki tahap IV dengan sasaran bangunan yang berdiri di atas sungai. Adapun di Embong Blimbing, penataan difokuskan pada bangunan pedagang kaki lima (PKL). Di Lidah Wetan, sekitar 30 bangunan juga menjadi sasaran penertiban.

Mudita menyebut pendekatan persuasif tetap dikedepankan dengan melibatkan tokoh masyarakat, camat, dan lurah agar proses penataan dapat berjalan dengan baik.

Salah satu penataan yang tengah dilakukan berada di Jalan Embong Blimbing, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng. Camat Genteng, Jefry, menjelaskan bangunan PKL di lokasi tersebut berdiri di atas lahan bersertifikat hak pakai milik Pemkot Surabaya.

Penertiban diperlukan karena kawasan itu akan digunakan untuk pemasangan saluran U-ditch sebagai bagian dari normalisasi drainase. Keberadaan bangunan selama ini menyebabkan saluran menyempit sehingga aliran air tidak berfungsi optimal.

Menurut Jefry, pembongkaran telah melalui sosialisasi dan pembahasan bersama para pedagang. Bahkan, tanggal 28 Oktober 2026 ditetapkan berdasarkan kesepakatan dalam pertemuan tersebut.

Pemkot Surabaya juga berupaya agar penataan tidak memutus mata pencaharian pedagang. Alternatif lokasi berjualan disiapkan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap dapat berjalan.

"Semangat kami bukan meniadakan aktivitas ekonomi, tapi ketika proyek ini jalan yang harus membongkar bangunan, maka semangat kita bagaimana PKL-nya tetap bisa berjualan," pungkas Jefry.

Berita terkait

Dr Andi Istiqlal Assaad: Perang Kelompok di Makassar Tak Cukup Diatasi dengan Penangkapan, Bongkar Aktor di Balik Konflik!

Dr Andi Istiqlal Assaad: Perang Kelompok di Makassar Tak Cukup Diatasi dengan Penangkapan, Bongkar Aktor di Balik Konflik!

Makassar - Spektroom : Perang antarkelompok yang terus berulang di Kota Makassar menjadi alarm serius bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Jika bentrokan terus terjadi, korban berjatuhan, fasilitas rusak, dan masyarakat hidup dalam ketakutan, maka persoalannya tidak lagi bisa disederhanakan sebagai kenakalan remaja atau tawuran antarkampung. Sekretaris Program Studi S3 Doktor Ilmu

Yahya Patta, Buang Supeno
Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya Tanam 4.100 Bibit Cabai, Bidik Tambahan Pasokan Jelang Akhir Tahun

Surabaya – Spektroom : Pemerintah Kota Surabaya memperbanyak penanaman cabai untuk mengantisipasi kenaikan harga komoditas tersebut menjelang akhir tahun. Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), upaya ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat, kelompok tani, hingga komunitas urban farming agar hasil panen dapat menambah pasokan di pasaran. Kepala DKPP Kota Surabaya, Nanik Sukristina,

Bian Pamungkas
1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

1.713 Lulusan Unpatti Diharapkan Berkontribusi bagi Pembangunan Maluku

Ambon-Spektroom : Sebanyak 1.713 lulusan Universitas Pattimura (Unpatti) diharapkan tidak hanya berorientasi pada kesuksesan pribadi setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi melalui inovasi dan gagasan untuk mendorong pembangunan Maluku. Harapan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU., saat menghadiri Rapat Terbuka Luar Biasa Senat

Eva Moenandar, Bian Pamungkas