Liburan Murah Naik KA Bandara, Sensasi Wisata Singkat Favorit Keluarga

Liburan Murah Naik KA Bandara, Sensasi Wisata Singkat Favorit Keluarga
Suasana penumpang kereta api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) di musim liburan sekolah. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Mengisi liburan sekolah tak selalu harus menghabiskan banyak biaya atau bepergian ke tempat wisata yang jauh.

Bagi sebagian warga Solo dan sekitarnya, naik Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (KA BIAS) menjadi pilihan wisata sederhana namun tetap menyenangkan, terutama bagi anak-anak yang baru pertama kali merasakan pengalaman naik kereta.

Pantauan Spektroom pada pekan terakhir liburan sekolah, Rabu (8/7/2026), Stasiun Solo Balapan tampak sejumlah keluarga yang sengaja membeli tiket KA BIAS untuk perjalanan pulang pergi menuju Bandara Adi Soemarmo. Meski tidak memiliki jadwal penerbangan, mereka memilih menikmati perjalanan singkat sebagai sarana rekreasi keluarga.

"Iya, ini bersama istri, cucu yang masih TK dan keponakan yang masih SD. Mereka baru pertama kali naik kereta bandara, jadi sekalian mengenalkan stasiun dan pengalaman naik kereta," ujar Hadi, seorang pensiunan asal Solo.

Menurut Hadi, harga tiket yang hanya Rp7.000 per orang dari Solo Balapan menuju Bandara Adi Soemarmo membuat wisata singkat ini menjadi pilihan yang ramah di kantong. Tiket keberangkatan maupun kepulangan dibelinya melalui aplikasi sehingga lebih praktis.

Stasiun KA Bandara Adi Soemarmo, terlihat anak-anak bermain di lobi. (Foto: Ciptati Handayani)

Perjalanan KA BIAS yang hanya sekitar 20 menit justru menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak. Sepanjang perjalanan, penumpang dapat menikmati pemandangan sejumlah ikon Kota Solo, seperti Masjid Raya Sheikh Zayed, Flyover Kadipiro dengan jembatan merahnya, hingga jalur Tol Solo–Ngawi.

"Meski sebentar, anak-anak senang sekali. Mereka bisa melewati flyover yang besar, Masjid Zayed, dan suasana perjalanan kereta yang berbeda," katanya.

Hal serupa dilakukan keluarga Rini, warga Sragen. Bersama dua anak usia SD dan seorang keponakannya usia SMP, ia sengaja memanfaatkan liburan sekolah dengan naik KA BIAS dari Sragen menuju Bandara Adi Soemarmo sebelum kembali pulang pada hari yang sama.

"Kami memang sengaja jalan-jalan naik kereta. Berangkat siang, perjalanan sekitar 50 an menit sampai bandara sekitar setengah dua, lalu jam dua lewat kembali lagi ke Sragen. Tiketnya Rp20 ribu per orang karena berangkat dari Sragen," tutur Rini.

Sesampainya di Stasiun Bandara Adi Soemarmo, para penumpang yang hanya berwisata biasanya menghabiskan waktu di area lobi dan ruang tunggu. Mereka menikmati suasana stasiun yang modern, melihat maket bandara, atau mengamati aktivitas penumpang pesawat yang datang dan berangkat.

Sambil menunggu jadwal KA bandara, anak-anak dan orang tuanya melihat-lihat maket bandara, di ruang tunggu stasiun bandara. (Foto: Ciptati Handayani)

Sebagian keluarga juga memilih membawa bekal makanan dari rumah sambil menunggu jadwal kereta berikutnya.

"Kami bawa makanan dan minuman sendiri. Dimakan di stasiun sambil menunggu kereta pulang. Kalau beli di bandara, ya lumayan mahal," ujar Rini sambil tersenyum.

Dengan tarif yang terjangkau, perjalanan singkat, serta fasilitas stasiun yang nyaman, KA Bandara Adi Soemarmo kini menjadi alternatif wisata keluarga yang sederhana namun berkesan. Bagi anak-anak, pengalaman naik kereta sekaligus mengenal bandara menjadi bagian dari liburan yang edukatif, sementara bagi orang tua, perjalanan ini menjadi cara murah untuk menghadirkan kebahagiaan bersama keluarga tanpa harus pergi jauh.

Berita terkait

Sawahlunto Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Disparpora Gandeng Hotel hingga Travel Agent Sambut SISSCa 2026

Sawahlunto Perkuat Kolaborasi Pariwisata, Disparpora Gandeng Hotel hingga Travel Agent Sambut SISSCa 2026

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata sebagai langkah strategis meningkatkan daya saing destinasi wisata sekaligus mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut. Komitmen itu diwujudkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Disparpora Kota Sawahlunto, Meldi

Riswan Idris, Rafles