Lukman Hakim Arahkan UIN Malang Tegaskan Identitas PTKIN Menuju Reputasi Internasional

Lukman Hakim Arahkan UIN Malang Tegaskan Identitas PTKIN Menuju Reputasi Internasional
Mantan Menteri Agama Lukman Hakim

Spektroom — Dr. K.H. (HC) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan perlunya kejelasan arah dan orientasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam proses transformasi menuju kampus bereputasi internasional.

Hal itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Transformasi Akademik dan Non Akademik dalam Mencapai Reputasi Internasional”, yang digelar di Ruang Rektor pada Selasa, (18/11/ 2025).

FGD ini menjadi momentum penting bagi UIN Malang untuk menata roadmap internasionalisasi sekaligus memperkuat identitas sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berdaya saing global.

Rektor Tekankan Reputasi Global Harus Berpijak pada Dampak Lokal

Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan bahwa reputasi internasional tidak boleh sebatas pencapaian akademik. Menurutnya, kekuatan moral dan keberdampakan sosial merupakan fondasi utama PTKI.

“Bukan sebatas reputasi internasional, tetapi juga keberdampakan PTKI… Bagaimana di sekitar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang itu masyarakatnya religius. Kalau tidak religius berarti belum berhasil meskipun sudah reputasi internasional,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa internasionalisasi harus tetap berakar pada transformasi sosial, spiritual, dan keagamaan di lingkungan terdekat kampus.

Lukman Hakim: Transformasi Harus Jadi Momentum Pembaruan

Sebagai narasumber utama, Lukman Hakim menyampaikan pentingnya menjadikan fase transformasi ini sebagai momentum penyegaran institusional.

“Ini sesuatu yang punya nilai positif karena biasanya sesuatu yang baru memberi motivasi untuk menjadi lebih baik. Jadi ini momentum tersendiri, bagaimana ke depan roadmap UIN Malang mendapatkan pengakuan internasional.”

Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan tujuan perguruan tinggi, khususnya PTKIN, dalam menentukan arah kebijakan akademik dan non akademik.

“Sebagai PTKIN, UIN Malang harus tahu tujuannya, apakah mau menciptakan atau mengikuti pasar.”

Menurutnya, orientasi yang jelas akan memperkuat pengembangan riset, kolaborasi global, kurikulum adaptif, dan inovasi akademik yang memiliki daya saing internasional.

Pimpinan Universitas Bangun Diskusi Strategis

FGD ini melibatkan seluruh pimpinan universitas—Wakil Rektor, para Biro, Dekan dan Direktur Pascasarjana, Lembaga, Senat, UPT, hingga Tim Kerja. Diskusi berlangsung konstruktif, mencakup:

penguatan kurikulum berorientasi internasional,

peningkatan budaya akademik dan mutu global,

kolaborasi riset internasional,

layanan non-akademik penunjang atmosfer kampus kelas dunia.

Komitmen Transformasi Menyeluruh

Melalui forum ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya melakukan transformasi akademik, non-akademik, digitalisasi, tata kelola, hingga penguatan karakter keislaman.

Langkah ini diproyeksikan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi Islam bereputasi internasional yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс