Trending

Luqman Baehaqi Ajak Hidupkan Kembali Tradisi Menulis Kearifan Lokal Kalteng

Luqman Baehaqi Ajak Hidupkan Kembali Tradisi Menulis Kearifan Lokal Kalteng
Peneliti Senior UIN Palangka Raya, Luqman Baehaqi, Ph.D., (Foto: Dok. Pribad)

Palangka Raya-Spektroom: Siapa penulis berikutnya yang akan mewariskan gagasan besar bagi Indonesia? Pertanyaan ini menjadi tantangan di tengah peringatan Hari Penulis Nasional, 1 November 2026, ketika tradisi membaca dan menulis menghadapi perubahan zaman.

Peneliti Senior UIN Palangka Raya, Luqman Baehaqi, Ph.D., menilai peringatan Hari Penulis Nasional bukan sekadar penghormatan terhadap profesi penulis, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran bahwa penulis memiliki peran penting dalam menjaga memori dan perjalanan peradaban bangsa.

Dalam tanggapan akademiknya di Palangka Raya, Minggu (1/11/2026), Luqman menjelaskan, secara historis tradisi Hari Penulis di Amerika Serikat bermula pada 1928 melalui gagasan Nellie Verne Burt McPherson, sebagai ungkapan terima kasih pembaca kepada para penulis.

Tahun 1928: Ide ini dicetuskan oleh Nellie Verne Burt McPherson, seorang presiden Klub Wanita Bement di Illinois sekaligus pembaca tekun. Saat memulihkan diri di rumah sakit pada masa Perang Dunia I, ia mengirim surat kekaguman kepada penulis fiksi Irving Bacheller.

Tahun 1949: Departemen Perdagangan Amerika Serikat secara resmi mengakui Hari Penulis Nasional tersebut.
Sejak saat itu, tradisi ini berkembang menjadi momen global untuk mendorong budaya membaca dan mengapresiasi karya tulis.

Menurutnya, gagasan tersebut memiliki landasan logis dan keilmuan. Keberadaan penulis tidak dapat dipisahkan dari pembaca. Keduanya membentuk hubungan timbal balik dalam membangun tradisi literasi.

“Penulis itu ada karena pembaca. Tradisi literasi adalah dialog, bukan monolog,” ungkap Luqman.

Dalam konteks Indonesia, penghargaan terhadap penulis memiliki makna lebih luas. Penulis bukan hanya menghasilkan buku atau karya sastra, tetapi juga menjaga memori, pemikiran, bahasa, dan perjalanan sejarah bangsa.

Luqman mencontohkan kontribusi Sutan Takdir Alisjahbana melalui gerakan Pujangga Baru, Chairil Anwar dengan keberanian dan pembaruan bahasa, serta Pramoedya Ananta Toer yang menghadirkan kejujuran sejarah melalui karya-karyanya.

Warisan para penulis besar tersebut sekaligus menghadirkan tantangan bagi generasi sekarang. Siapa penulis berikutnya yang akan melahirkan gagasan besar, merekam perjalanan bangsa, dan mewariskan pemikiran kepada generasi mendatang?

Luqman menilai tantangan tersebut semakin relevan di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Sebagai peneliti di UIN Palangka Raya, dirinya mengingatkan bahwa tradisi membaca dan menulis juga memiliki akar kuat dalam ajaran Islam.

Di Kalimantan Tengah, tantangan melahirkan penulis generasi berikutnya juga berkaitan dengan pelestarian identitas dan kearifan lokal. Luqman mengingatkan bahwa tradisi masyarakat Dayak memiliki kekayaan pengetahuan yang perlu terus digali dan didokumentasikan.

Menurutnya, Hari Penulis Nasional di Kalimantan Tengah seharusnya tidak hanya menjadi momentum mengenang penulis besar dari daerah lain, tetapi juga membangkitkan semangat melahirkan penulis lokal yang mampu merekam kekayaan budaya dan pengetahuan masyarakatnya.

Luqman berharap penghargaan terhadap penulis diwujudkan melalui komitmen kebudayaan dan pendidikan. Negara dan masyarakat perlu memberikan ruang hidup bagi penulis agar terus berkarya, sekaligus mendorong tumbuhnya generasi baru yang memiliki kepedulian terhadap literasi.. (Polin)

Berita terkait

Jajar Festival 2026, Astrid Widayani Dorong Pelestarian Tradisi dan Penguatan UMKM

Jajar Festival 2026, Astrid Widayani Dorong Pelestarian Tradisi dan Penguatan UMKM

Surakarta – Spektroom: Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mendorong masyarakat untuk terus melestarikan tradisi budaya sekaligus mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayahnya. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Gelar Budaya Jajar Festival 2026 di Kelurahan Jajar, Surakarta, Minggu (1/11/2026). Mengusung tema “Ngremboko Dadyo Piguno”, festival

Ciptati Handayani, Anggoro AP
Olahraga Inklusif Terus Berkembang, Atlet NPCI Jember Buktikan Kemampuan di Kejurda Jawa Timur 2026

Olahraga Inklusif Terus Berkembang, Atlet NPCI Jember Buktikan Kemampuan di Kejurda Jawa Timur 2026

Jember - Spektroom: Semangat sportivitas dan kesetaraan dalam olahraga ditunjukkan oleh atlet National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Jember melalui keikutsertaan dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Gubernur Jawa Timur Tahun 2026. Berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026 di Kota Mojokerto, Jawa Timur. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa

Budi Sucahyono, Anggoro AP