Produk Lokal Seruyan Punya Potensi, MES Siapkan Jalan UMKM Berkembang
Kuala Pembuang-Spektroom: Terasi, kerupuk ikan pipih, hingga ikan kering merupakan produk olahan masyarakat yang menyimpan potensi ekonomi di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Namun, agar mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar dan berdaya saing, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih membutuhkan dukungan keterampilan, teknologi, serta akses permodalan.
Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kabupaten Seruyan setelah resmi dilantiknya kepengurusan organisasi tersebut. MES berkomitmen mendorong pengembangan UMKM melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua MES Kabupaten Seruyan, Haryono, mengatakan langkah awal yang akan dilakukan adalah mendata pelaku usaha yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan skala bisnisnya. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk memperkuat akses permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas dan kualitas produk.
Menurut Haryono, potensi ekonomi lokal Seruyan perlu dikembangkan melalui pengolahan hasil usaha masyarakat agar memiliki nilai tambah. Sektor perikanan, misalnya, menghasilkan berbagai produk olahan seperti terasi, kerupuk ikan pipih, dan ikan kering yang selama ini sebagian proses produksinya masih dilakukan secara manual.
"Potensi ekonomi lokal Seruyan juga perlu dikembangkan melalui peningkatan kualitas pengolahan produk masyarakat. Salah satunya sektor pengolahan hasil perikanan, seperti pembuatan terasi, kerupuk ikan pipih, dan ikan kering. Selama ini, sebagian proses pengolahan masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan peningkatan keterampilan, teknologi, dan pengelolaan usaha," ujar Haryono, Sabtu (31/10/2026).
Dirinya berharap melalui kerja sama dengan berbagai pihak, pelaku UMKM tidak hanya mampu mempertahankan usahanya, tetapi juga meningkatkan kualitas produk dan memperluas peluang pasar.
Sekretaris Umum MES Kalimantan Tengah, Heru Hidayat, mengapresiasi terbentuknya kepengurusan MES Kabupaten Seruyan serta dukungan pemerintah daerah, termasuk penyerahan sertifikasi halal kepada pelaku usaha.
Kehadiran MES diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengajak MES terus berkolaborasi membantu pemerintah daerah mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan ekonomi konvensional dan ekonomi syariah dapat berjalan berdampingan sesuai karakteristik potensi wilayah, mulai dari hilir, tengah, hingga hulu Seruyan.
Pemerintah daerah juga akan memperkuat kerja sama dengan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) untuk mengoptimalkan pembinaan serta pengembangan UMKM dan pelaku usaha menengah.
Melalui kolaborasi tersebut, produk lokal Seruyan diharapkan tidak berhenti sebagai usaha rumahan, tetapi tumbuh menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang mampu membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat kesejahteraan daerah. (Polin)