Mars Porprov Sumbar Menggema di RRI, Semangat Kebangkitan Menuju Porprov XVI 2026 Menguat

Mars Porprov Sumbar Menggema di RRI, Semangat Kebangkitan Menuju Porprov XVI 2026 Menguat
(Foto: Dok. RRI Padang)

Spektroom - Mars Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat untuk pertama kalinya menggema di ruang publik. Lagu resmi Porprov Sumbar itu diperdengarkan pada awal siaran program Padang Menyapa RRI Padang, Jumat (23/1/2026), sebagai pembuka dialog bertema “Menyatukan Langkah Menuju Porprov XVI Sumbar 2026”.

Dialog yang digelar secara daring melalui Zoom dan dipandu presenter Rani Zuwe tersebut menjadi penanda kuat bahwa euforia Porprov makin terasa di kalangan insan olahraga Sumatera Barat, menjelang pelaksanaan Porprov XVI yang dijadwalkan berlangsung pada Juni–Juli 2026.

Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus, menegaskan tema dialog sejalan dengan semangat besar Porprov XVI sebagai momentum kebangkitan olahraga daerah setelah delapan tahun vakum.

“Menyatukan langkah menuju Porprov tentu harus disertai dengan kesatuan hati dan jiwa. Porprov ini adalah impian seluruh masyarakat olahraga Sumbar setelah delapan tahun tidak terlaksana,” ujar Hamdanus.

Menurutnya, antusiasme tak hanya datang dari atlet dan pengurus cabang olahraga, tetapi juga mendapat dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan daerah.

“KONI Sumbar selaku pelaksana tentu semakin bersemangat. Apalagi didukung penuh Gubernur, Wakil Gubernur, DPRD dan insan olahraga. Porprov 2026 adalah simbol kebangkitan olahraga Sumatera Barat,” katanya.

Hamdanus juga menyinggung adanya narasi pesimistis dari pihak-pihak tertentu yang meragukan pelaksanaan Porprov.

“Ada oknum yang mencoba menghalang-halangi dengan alasan yang dicari-cari. Sikap seperti itu jelas tidak mencerminkan semangat kebangkitan,” tegasnya.

Saat ini, kata Hamdanus, sebanyak 16 dari 19 KONI kabupaten/kota se Sumatera Barat telah menyatakan kesiapan mengikuti Porprov XVI, lengkap dengan cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Bahkan, sejumlah daerah berlomba menjadi tuan rumah beberapa cabor.

Senada dengan itu, Ketua KONI Kabupaten Padang Pariaman, Asmadi, menyatakan kesiapan daerahnya mengikuti dan menyukseskan Porprov XVI Sumbar 2026.

“KONI daerah tegak lurus dengan KONI Sumbar. Tidak ada alasan untuk tidak melaksanakan Porprov Juni–Juli ini. Kerinduan akan Porprov yang lama vakum sangat besar,” ujarnya.

Asmadi menambahkan, dari sisi pendanaan tidak ada hambatan berarti.

“Masalah pendanaan tidak ada persoalan, karena TKD Sumbar sudah dicabut. Padang Pariaman juga sudah menyiapkan atlet dan berjuang menjadi tuan rumah sejumlah cabang olahraga,” jelasnya.

Sementara itu, pernyataan tegas disampaikan Ketua Harian Kickboxing Indonesia (KBI) Sumbar, Fazril Ale. Ia menilai Porprov merupakan agenda wajib bagi seluruh cabang olahraga.

“Semua pengurus cabor sepakat Porprov XVI 2026 harus dilaksanakan. Kalau ada yang tidak setuju, patut dipertanyakan kelayakannya duduk di kepengurusan cabor,” tegas Alè.

Menurut Fazril, Porprov bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana evaluasi menyeluruh bagi dunia olahraga daerah.

“Porprov adalah ajang evaluasi, bukan hanya untuk atlet, tetapi juga pelatih dan pengurus, untuk melihat sejauh mana hasil latihan dan arah pembinaan ke depan,” katanya.

Mengalunnya Mars Porprov Sumbar di RRI Padang pun menjadi simbol dimulainya kembali denyut alek olahraga terbesar di Ranah Minang, sekaligus penguat tekad bersama menyongsong Porprov XVI Sumbar Juni-Juli 2026. (RRE/jiga)

Berita terkait

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Semarang- Spektroom: Sampah terus diproduksi, tetapi tanggung jawab mengurusnya masih kerap dilempar kepada pemerintah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pola pikir semacam itu harus diubah. Penanganan sampah, kata dia, tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah daerah harus mengambil bagian sejak sampah dihasilkan. “Yang

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Bogor tak ingin pengentasan kemiskinan berhenti pada penurunan angka statistik. Pemerintah mulai membedah persoalan kemiskinan hingga tingkat keluarga untuk memastikan setiap program benar-benar menyasar masalah yang dihadapi warga. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kemiskinan kerap berjalan beriringan dengan persoalan lain. Satu keluarga miskin bisa

Asmari, Buang Supeno
ссс