Masuk 6 Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya

Masuk 6 Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya
Masuk 6 Nomine Terbaik Nasional, Tim Penilai Uji Kinerja Pelayanan Perizinan Pemkab Dharmasraya.(Foto: Diskominfo DR)

Dharmasraya--Spektroom : Kabupaten Dharmasraya masuk dalam jajaran enam nomine terbaik nasional dalam Penilaian Kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Daerah Tahun 2026.

Untuk memastikan implementasi di lapangan, Tim Uji Petik Penilaian Kinerja PTSP dan PPB 2026 hadir langsung di Kabupaten Dharmasraya, Selasa (11/8/2026). Kehadiran tim disambut langsung oleh Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani di Auditorium Kantor Bupati Dharmasraya, Pulau Punjung.

Tim Uji Petik terdiri dari Dannu Idris dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Eduardo Edwin Ramda dari Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD), M. S. Prasetyo dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Satrio dari PT Surveyor Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyampaikan penghargaan dan selamat datang kepada tim penilai. Ia menegaskan, uji petik ini bukan sekadar agenda penilaian, melainkan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menunjukkan secara langsung komitmen reformasi pelayanan perizinan.

"Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan bagaimana pemerintah daerah membangun pelayanan perizinan yang semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat serta dunia usaha," kata Annisa.

Bupati Annisa menjelaskan, sebelum tahap uji petik ini, Pemkab Dharmasraya telah mengikuti tahapan pemaparan di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM pada 5 Agustus 2026 lalu.

"Melalui uji petik ini kami siap menunjukkan bahwa apa yang kami sampaikan dalam pemaparan tersebut bukan hanya konsep, bukan hanya dokumen, tetapi merupakan proses yang benar-benar kami jalankan," ujarnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Dharmasraya, Naldi, mengatakan pihaknya bersama seluruh perangkat daerah terkait telah mempersiapkan berbagai aspek penilaian.

Menurutnya, pelayanan perizinan di Dharmasraya terus diperkuat melalui sejumlah strategi, mulai dari digitalisasi layanan, optimalisasi pemanfaatan Online Single Submission (OSS), pendampingan aktif bagi pelaku usaha, penyederhanaan proses perizinan, peningkatan kompetensi aparatur, hingga koordinasi lintas perangkat daerah.

"Pelaksanaan uji petik ini menjadi kesempatan untuk mendapatkan evaluasi langsung dari tim penilai sekaligus memastikan berbagai inovasi pelayanan yang telah dilakukan benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha," kata Naldi.

Sebagai inovasi untuk mendekatkan layanan, Pemkab Dharmasraya juga menghadirkan Duta Perizinan yang bertugas memberikan informasi dan pendampingan pelayanan kepada masyarakat hingga ke tingkat nagari.

Bupati Annisa menegaskan, Pemkab Dharmasraya sangat terbuka terhadap evaluasi dan rekomendasi dari tim penilai untuk perbaikan pelayanan ke depan. Ia menilai pelayanan perizinan memiliki posisi strategis dalam menciptakan kepastian berusaha dan mendorong investasi.

Sepanjang tahun 2025, realisasi investasi di Kabupaten Dharmasraya tercatat mencapai sekitar Rp1,368 triliun. Capaian tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Dharmasraya. Investasi tersebut antara lain memperkuat sektor perkebunan kelapa sawit, industri pengolahan kelapa sawit, serta sektor real estate dan perumahan.

Namun, Bupati menegaskan investasi tidak hanya dilihat dari angka.

"Investasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan manfaat nyata bagi masyarakat. Tidak hanya angka, tetapi harus berdampak pada penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, serta peluang bagi UMKM dan usaha masyarakat," tegas Annisa.

Ke depan, Dharmasraya juga terus mendorong hilirisasi kelapa sawit agar daerah tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu mengembangkan industri pengolahan yang menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat perekonomian masyarakat.

"Kami ingin membangun Dharmasraya sebagai daerah yang ramah investasi, mudah berusaha, pasti dalam pelayanan, dan kuat dalam kolaborasi," pungkas Bupati Annisa. (Ris1)

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas