Menepis Dahaga Kemarau Jakarta : Serunya Sensasi Petik Melon Premium di Kebun Kota

Menepis Dahaga Kemarau Jakarta : Serunya Sensasi Petik Melon Premium di Kebun Kota
Kebun Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, panen 102,9 kilogram melon. (Foto PPKP Jakut )

Jakarta - Spektroom : Terik matahari kemarau sedang genit-genitnya menyengat Jakarta belakangan ini. Di tengah cuaca yang membakar, ancaman dehidrasi tentu mengintai siapa saja. Selain air putih, menyantap buah-buahan segar berkadar air tinggi seperti semangka, pepaya, dan melon menjadi cara paling ampuh untuk mendinginkan tubuh.

Jakarta punya cara seru menikmati buah manis yang kaya air untuk menangkal dehidrasi di musim kemarau. Anda tidak perlu selalu ke mal atau membeli buah impor. Kini, Anda bisa memetik dan menikmati melon premium langsung dari kebun kota (urban farming) dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

Berikut daya tarik wisata petik melon di Jakarta yang wajib Anda coba:

Anda bisa mengunjungi Kebun Gangnam di Jalan Kompi Udin, Kelapa Gading, Jakarta Utara [Info Pangan Jakarta]. Lokasi ini adalah tempat wisata pertanian hidroponik pertama di Jakarta Utara.

Kebun ini menanam tujuh jenis melon unggulan. Contohnya seperti Kirani, The Blues, Rock Melon, Yurika, Sweet Lavender, dan Alisha

Yunus, pengelola Poktan Kebun Gangnam, menjelaskan bahwa rahasia kelezatan melon ini ada pada perawatan intensif selama kurang lebih 70 hari (hampir tiga bulan), mulai dari penyemaian hingga panen. Ketelitian ini terbayar manis. Pada panen akhir Juni lalu, kebun ini sukses memanen hingga 102,9 kilogram melon premium

Perawatan melon di area Green House

Harga melon berkisar antara Rp30.000 hingga Rp48.000 per kilogram, dengan berat rata-rata 1,5 hingga 3,5 kilogram per buah

Rasa melon lokal ini sangat manis dan legit. Kualitasnya tidak kalah dengan buah impor di supermarket

Alternatif Lokasi Lainnya

Selain di Kelapa Gading, Anda juga bisa menemukan kebun melon hidroponik di wilayah Jakarta Timur. Tepatnya di lahan Poktan Geber Tabur di RW 12, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar. Di sini, Anda bisa melihat budidaya melon jenis Ethanon yang memiliki berat rata-rata mencapai 2,6 hingga 3,3 kilogram per buah.

Kelompok Tani Gerakan Bersama Tanah Subur (Poktan Geber Tabur) Cipinang Melayu,Jakarta Timur, menyemai benih buah Melon secara hidroponik di greenhouse mereka.

Dari Gaya Hidup Menuju Ketahanan Pangan

Fenomena suburnya kebun melon di tengah beton Jakarta ini bukan sekadar tren musiman. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta terus mendorong gerakan ini melalui ajang seperti Jakarta Urban Farming Festival.

Tujuannya jelas: mengajak masyarakat menjadikan pertanian kota sebagai gaya hidup sehat sekaligus pilar ketahanan pangan mandiri.

Melon-melon kota ini adalah bukti bahwa di tengah keterbatasan lahan dan kepungan cuaca kemarau, Jakarta mampu melahirkan kesegaran yang mandiri. Jadi, daripada pusing menghadapi cuaca panas, mengapa Anda tidak menjadwalkan akhir pekan untuk memetik melon manis langsung dari tangkainya?

Berita terkait

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat tani melalui program Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan pertanian yang rusak akibat aktivitas pertambangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut disosialisasikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Jember-Spektroom : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tampaknya tidak ingin kecolongan dalam menyalurkan program bantuan tematiknya tahun ini. Guna memastikan program strategis negara tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar berhak dan produktif, kementerian menerjunkan tim khusus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara ketat dan terperinci di Desa Wringinagung, kecamatan Jombang,

Budi Sucahyono, Julianto
Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Sawahlunto–Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjaga wajah destinasi wisata kembali diuji. Meski telah berulang kali diimbau, keberadaan ternak yang berkeliaran di kawasan wisata Kandi masih menjadi persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles