Menko PMK dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Galodo Solok, Pastikan Penanganan Darurat Berjalan Terpadu
Solok-Spektroom : Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Kamis (24/9/2026).
Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi masyarakat dan infrastruktur terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan terpadu.
Rombongan tiba melalui Bandara Internasional Minangkabau dan melanjutkan perjalanan darat menuju Arosuka. Di lapangan, keduanya meninjau jembatan yang tertimbun material galodo, kompleks Kantor Bupati Solok, hingga lokasi pengungsian warga.
Peninjauan jembatan difokuskan untuk memastikan akses masyarakat dan distribusi bantuan kembali normal. Sementara di kompleks Pemda dan lokasi pengungsian, perhatian diarahkan pada dampak kerusakan perkantoran serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Banjir bandang terjadi Senin (21/9/2026) sekitar pukul 19.45 WIB di Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Bencana dipicu hujan deras sejak sore yang menyebabkan longsor di bukit sekitar hulu Sungai Batang Laso. Material pasir, batu, lumpur dan air menerjang kawasan Kantor Bupati Solok hingga meluap ke Jalan Raya Solok-Padang.
Data sementara per 24 September 2026 mencatat 1 orang meninggal dunia, 1 orang masih hilang dalam pencarian, 1 luka berat dan 3 luka ringan. Sebanyak 474 jiwa mengungsi, 64 jiwa di rumah dinas bupati dan wakil bupati serta rumah ladang, dan 410 jiwa mengungsi mandiri.
Kerusakan meliputi 11 rumah rusak berat, 1 rusak sedang, 32 rusak ringan, 2 kantor pemerintahan rusak berat, 8 rusak ringan, kios seluas 300 meter persegi, 1 rumah ibadah, 5 ruas jalan dan 2 jembatan.
Pemkab Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi melalui Keputusan Bupati Nomor 300.2-265-2026 selama 14 hari, 22 September hingga 5 Oktober 2026.
Usai peninjauan, Menko PMK memimpin Rakor Penanganan Bencana di Posko Utama. Kepala BNPB menegaskan pencarian korban hilang menjadi prioritas utama.
"Pencarian terhadap satu korban yang masih hilang menjadi prioritas. Seluruh unsur harus bergerak maksimal, pendataan pengungsi dan kerusakan juga harus segera tuntas sebagai dasar langkah selanjutnya," tegas Suharyanto.
Saat ini tim gabungan BPBD, TNI-Polri, TRC dan perangkat nagari masih menyisir aliran sungai, membersihkan lumpur dan material galodo. Jembatan utama Arosuka sudah bisa dilalui sistem buka-tutup, perbaikan listrik oleh PLN dan normalisasi sungai oleh Kementerian PU terus dikebut. (Ris1)