Menteri Dody: Prioritaskan Kenyamanan Dan Keselamatan Masyarakat

Menteri Dody: Prioritaskan Kenyamanan  Dan Keselamatan Masyarakat
Menteri Dody ketika menjawab pertanyaan media saat meninjau kesiapan mudik Nataru ( birkom pu)

Spektroom – Menteri Pekerjaan Umum ,Dody Hanggodo menegaskan harus lebih dulu prioritaskan kenyamanan dan keselamatan Masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat Menteri Dody meninjau langsung kesiapan Posko Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sabtu dan Minggu (20-21/12/2015). Diantaranya, Posko Mudik PPK 1.1 Jawa Tengah, Posko Mudik PPK 3.5 Jawa Tengah, serta Posko Mudik PPK 4.2 Provinsi Jawa Timur.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional dan jalan tol serta dukungan peralatan dan personel dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode Nataru.

Menteri Dody menegaskan bahwa setiap posko Nataru telah dilengkapi dengan Disaster Relief Unit (DRU) dan material tanggap bencana seperti sheet pile, sand bag dan lain-lain. Menurutnya, keberadaan posko tidak hanya untuk kesiapsiagaan bencana, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Terlebih, setiap posko dijaga oleh dua hingga tiga personel yang siaga, serta didukung tim tambahan yang dapat segera menuju ke lokasi.

Menteri Dody lebih mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat ( birkom pu)

“Kalau posko Nataru ini yang lebih utama bagaimana agar pengguna jalan kalau sudah lelah bisa istirahat, karena kalau diteruskan itu bahaya." ucap Dody.

“Kementerian PU terus melakukan upaya peningkatan kualitas jaringan jalan nasional secara berkelanjutan. BBPJN Jawa Tengah - DIY menargetkan kemantapan jalan nasional di Jawa Tengah–DIY dapat meningkat menjadi 94% pada 2026 dan terus naik hingga 97% pada akhir 2027, seiring dengan penanganan bertahap di ruas-ruas prioritas,” jelas Iqbal.

Sementara, Kepala BBPJN Jawa Timur - Bali Javid Hurriyanto menerangkan, kemantapan jalan nasional di Jawa Timur pada tahun 2025 adalah 94,83%. Dengan jumlah ruas 259 tuas dan total panjang jalan 2.261,68 km. Sementara di Bali, kemantapan jalan nasional telah mencapai 97,71% dengan total 79 ruas sepanjang 589,64 km. “Diharapkan pada tahun 2026 kemantapan jalan nasional di Provinsi Jawa Timur dan Bali juga mengalami peningkatan sehingga semakin mempermudah konektivitas masyarakat,” jelas Javid.

Posko milik Kementerian PU diruas jalan nasional ( birkom pu)

Menteri Dody juga menegaskan bahwa pembangunan dan peningkatan infrastruktur akan terus dilakukan secara kontinyu. “Beberapa ruas masih dalam tahap pekerjaan, sementara sebagian lainnya sudah mulai kontrak tahun ini dan akan dilanjutkan penanganannya pada tahun depan.

Dengan kesiapan posko, peralatan, dan personel yang terkoordinasi, Kementerian PU optimistis pelayanan infrastruktur jalan nasional di Jawa Tengah dan Jawa Timur selama Nataru 2025/2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Berita terkait

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Karhutla Sungai Malaya Masih Berasap, BPBD Kalbar Kerahkan Operasi Terpadu hingga Malam

Spektroom – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalimantan Barat, masih menunjukkan kondisi rawan. Hingga (31/01/2026) malam, lahan yang terbakar dilaporkan masih berasap meski upaya pemadaman dan pemblokiran terus dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi

Apolonius welly, Rafles