Trending

Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km

Menteri Dody Tinjau  Jalan Lintas Utara Flores, Labuan Bajo - Maumere Sepanjang 472 Km
Menteri Dody saat meninjau pembangunan jalan di Flores( birkom pu)

Flores – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Jalan Lintas Utara Flores pada Jumat (23/10/2026), untuk memastikan percepatanpenuntasan jalur yang menghubungkan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian PU menargetkan jalan sepanjang 472,48 kilometer tersebut tuntas paling lambat akhir 2028 dengan standar jalan nasional guna meningkatkan konektivitas dan keselamatan pengguna jalan.

Peninjauan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto saat meninjau penanganan pascabencana gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada (23/8) Presiden saat itu menyetujui usulan Gubernur NTT untuk menuntaskan pembangunan Jalan Lintas Utara Flores sebagai jalur penghubung antarwilayah di Pulau Flores.

“Dari pagi sampai sore ini, saya ke Labuan Bajo, kemudian berkeliling dari Bajo sampai ke Maumere untuk menindaklanjuti arahan Bapak  Presiden terkait penuntasan Jalan Lintas Utara Flores,” kata Menteri Dody.

Tercatat dari total panjang 472,48 km, sepanjang 385,07 km telah beraspal, sedangkan 87,41 km lainnya belum beraspal. Ruas yang belum beraspal tersebut terdiri atas 33,12 km kawasan hutan, 43,51 km jalan tanah, dan 10,78 km jalan beragregat.

Menteri Dody mengatakan, selain menuntaskan ruas yang belum beraspal, Kementerian PU akan melebarkan jalan yang telah beraspal tetapi belum memenuhi standar jalan nasional. “Targetnya tetap agar 2028 selesai dan fungsional sesuai dengan standar jalan nasional kita lebar 6-7 meter,” ujar Menteri Dody.

Penanganan Jalan Lintas Utara Flores dibagi menjadi tiga segmen. Segmen 1 Ruas Labuan Bajo–Pelabuhan Bari sepanjang 83,52 km terdiri atas 22,88 km jalan beraspal dan 60,64 km yang belum beraspal. Segmen 2 Ruas Pelabuhan Bari–Kedindi sepanjang 57,77 km terdiri atas 31 km jalan beraspal dan 26,77 km yang belum beraspal. Sementara itu, Segmen 3 ruas Wae Gongger–Maumere sepanjang 331,19 km telah beraspal, tetapi masih memerlukan pelebaran.

Menteri Dody mengatakan, sebagian jalan yang telah beraspal masih memiliki lebar sekitar 4–6 meter dan belum dilengkapi bahu jalan yang diperkeras. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi keselamatan, terutama ketika kendaraan besar berpapasan di ruas yang sempit. Karena itu, peningkatan kualitas dan pelebaran jalan menjadi bagian dari penuntasan Jalan Lintas Utara Flores.

Kementerian PU merencanakan peningkatan jalan dengan perkerasan aspal selebar 7 meter sesuai standar jalan nasional, disertai bahu jalan yang diperkeras. Pada segmen dengan kondisi geografis terbatas, seperti ruas yang diapit tebing, penanganan akan disesuaikan dengan kondisi lapangan dengan tetap memperhatikan keselamatan pengguna jalan.

Berita terkait

Menhut Raja Juli Antoni Koordinasikan Penanganan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Menhut Raja Juli Antoni Koordinasikan Penanganan Karhutla, Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci

Ketapang-Spektroom: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Di tengah tantangan pemadaman di sejumlah wilayah, koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan instansi terkait menjadi langkah penting untuk menekan titik panas serta mencegah kebakaran meluas. Upaya tersebut menjadi salah satu

Apolonius Welly, Julianto