Menyimak Sejarah, Menelusuri Pengorbanan: Ratusan Mahasiswa UIN Palangka Raya Nobar Film G30S/PKI

Menyimak Sejarah, Menelusuri Pengorbanan: Ratusan Mahasiswa UIN Palangka Raya Nobar Film G30S/PKI
Suasana Ratusan Mahasiswa UIN Palangka Raya nobar film G30S/PKI.(Foto: humas UIN Pky)

Palangka Raya-Spektroom : Ratusan mahasiswa UIN Palangka Raya duduk menyimak layar bersama. Bagi generasi yang lahir jauh setelah peristiwa G30S/PKI, pemutaran film tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal kembali salah satu episode kelam perjalanan sejarah Indonesia, sekaligus memahami perjuangan dan pengorbanan yang menyertainya.

Kegiatan nonton bareng (nobar) film G30S/PKI yang digelar Rabu, (30/9/2926) melalui kolaborasi Resimen Mahasiswa (Menwa), DEMA, dan SEMA UIN Palangka Raya itu tidak sekadar menghadirkan tontonan sejarah. Mahasiswa diajak melihat kembali masa lalu dan mengambil pelajaran untuk kehidupan kebangsaan hari ini.

Sambutan Ketua Resimen Mahasiswa UIN Palangka Raya menyampaikan pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme dan semangat bela negara di kalangan generasi muda. Selanjutnya, Ketua DEMA UIN Palangka Raya, Rifky, mengajak mahasiswa menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sejarah bangsa.

Sambutan berikutnya disampaikan Ketua SEMA UIN Palangka Raya, Yuyun, yang menekankan peran strategis mahasiswa dalam menjaga persatuan serta mengembangkan kesadaran kritis terhadap berbagai persoalan kebangsaan.

Rektor UIN Palangka Raya, Prof. Dr. H. Ahmad Dakhoir, S.H.I., M.H.I., dalam sambutannya mengajak mahasiswa menjadikan sejarah sebagai pelajaran berharga dalam membangun masa depan bangsa. Ia menekankan pentingnya semangat nasionalisme, persatuan, dan kesadaran generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap mahasiswa tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mampu mengambil nilai-nilai perjuangan, menjaga persatuan, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air. Generasi muda harus memiliki kesadaran sejarah agar mampu menentukan arah masa depan bangsa,” ungkapnya.

Foto bersama

Pesan tersebut menempatkan sejarah bukan semata sebagai cerita tentang masa lalu. Bagi mahasiswa, sejarah menjadi ruang untuk memahami bahwa perjalanan bangsa juga dibentuk oleh berbagai pergulatan, perjuangan, kehilangan, dan pengorbanan.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, kesadaran sejarah dinilai penting agar generasi muda tidak kehilangan pijakan dalam memahami perjalanan bangsa. Mahasiswa tidak hanya dituntut mengetahui apa yang pernah terjadi, tetapi juga mampu mengambil nilai pembelajaran secara kritis.

Kolaborasi Menwa, DEMA, dan SEMA UIN Palangka Raya melalui kegiatan ini sekaligus menghadirkan ruang edukatif yang mempertemukan sejarah, wawasan kebangsaan, dan penguatan karakter mahasiswa.

Dari layar film, mahasiswa diajak menengok kembali masa lalu. Dari sejarah itulah mereka diharapkan mampu belajar tentang arti persatuan, menghargai pengorbanan para pendahulu, serta menumbuhkan tanggung jawab untuk ikut menjaga masa depan bangsa.

(Polin-Metta)

Berita terkait

Hari Kesaktian Pancasila Jadi Pengingat ASN Kemenag Ternate Jaga Kerukunan

Hari Kesaktian Pancasila Jadi Pengingat ASN Kemenag Ternate Jaga Kerukunan

Ternate-Spektroom : Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Ternate melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Ternate dan berlangsung khidmat. Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", dengan pembina upacara, Kepala Kantor Kemenag

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru