Miss Universe Singapore 2026 Ajak Anak-anak Rumah Yatim Kaliurang Berani Bermimpi dan Percaya Diri
Sleman-Spektroom : Gelar Miss Universe tidak hanya menjadi kebanggaan di panggung kecantikan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk berbagi inspirasi dan kepedulian. Hal itu ditunjukkan Miss Universe Singapore 2026, Vion Tan, saat mengunjungi Rumah Yatim Kaliurang, Kabupaten Sleman, Sabtu (31/10/2026).
Dalam kunjungan sosial tersebut, Vion mengajak anak-anak penghuni rumah yatim untuk berani bermimpi, mengenali potensi diri, serta percaya terhadap kemampuan masing-masing.
Kunjungan ini menjadi salah satu agenda perjalanan Vion di Yogyakarta. Sehari sebelumnya, ia mengunjungi kampus Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan Galeri R.J. Katamsi.
Kedatangan Vion disambut hangat oleh anak-anak. Ia juga membawa sejumlah bingkisan yang dibuat sendiri sebagai bentuk perhatian dan kasih sayang kepada mereka.
Namun, bagi Vion, kunjungan tersebut bukan sekadar menyerahkan bingkisan. Ia ingin memberikan semangat kepada anak-anak agar tidak merasa rendah diri karena keadaan maupun latar belakang keluarga.
Menurutnya, setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih masa depan yang baik. Karena itu, mereka perlu berani memiliki cita-cita, terus belajar, dan percaya bahwa impian dapat diwujudkan melalui usaha serta semangat.
Vion berharap pertemuan tersebut menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus memberikan dorongan positif bagi anak-anak untuk terus mengembangkan diri.
Baginya, menjadi Miss Universe bukan hanya tentang penampilan dan prestasi, tetapi juga bagaimana gelar tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Pendamping anak Rumah Yatim Kaliurang, Nurmawati, menyampaikan apresiasi atas perhatian Vion. Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kunjungan sesaat.
"Harapan kami, pertemuan ini tidak berhenti sebagai kunjungan sesaat, tetapi dapat berlanjut menjadi hubungan baik dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi anak-anak Rumah Yatim Kaliurang," ujar Nurmawati.
Saat ini, Rumah Yatim Kaliurang mendampingi 17 anak perempuan, mulai dari siswa kelas III sekolah dasar hingga kelas III sekolah menengah atas. Pendampingan dilakukan untuk mendukung pendidikan, perkembangan, dan persiapan masa depan mereka.
Di sela kunjungannya, Vion juga mengaku terkesan dengan kekayaan seni, budaya, dan keramahan masyarakat Yogyakarta. Ia bahkan menyebut sayur lodeh dan gudeg sebagai kuliner tradisional Jawa yang menarik perhatiannya.
Melalui kunjungan tersebut, Vion menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Perhatian, kebersamaan, dan motivasi sederhana dapat menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk lebih percaya diri menatap masa depan.