Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah

Mitigasi Risiko Keuangan, Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Kerugian Daerah
Wakil Bupati Gowa membuka seminar Strategi Efektif Pencegahan dan Pemulihan Kerugian Daerah (Foto: Humas Pemkab Gowa)

Gowa- Spektroom : Pemerintah Kabupaten Gowa memperketat pengawasan tata kelola keuangan demi mencegah terjadinya kerugian daerah. Langkah ini diambil untuk memastikan anggaran pemerintah fokus pada pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

Pencegahan Jadi Prioritas Utama

Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah, menegaskan bahwa peran pengawas internal kini tidak hanya memeriksa, tetapi juga menjadi konsultan dan pendamping perangkat daerah. Upaya ini bertujuan agar target organisasi tercapai secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Dampak Kerugian: Bukan sekadar masalah administrasi atau finansial.

Efek Domino: Mengganggu kemampuan pemerintah membiayai pembangunan masyarakat.

Solusi Hukum: Jika terjadi kerugian, penyelesaian wajib dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan mengutamakan pemulihan kerugian sesuai aturan.

Evaluasi: Setiap kendala harus menjadi momentum perbaikan sistem agar kesalahan tidak terulang.

"Pencegahan harus menjadi prioritas. Namun apabila kerugia daerah tetap terjadi, penyelesaiannya harus dilakukan secara profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan" ujar Darmawangsyah, Wakil Bupati Gowa.

Langkah Nyata Perkuat Budaya Antikorupsi

Seminar yang digelar ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang diskusi formal.

Darmawangsyah meminta seluruh perangkat daerah menghasilkan tindakan konkret guna:

Memperkuat budaya antikorupsi di lingkungan kerja.

Meningkatkan disiplin aparatur sipil negara (ASN).

Menjaga dan merawat kepercayaan masyarakat terhadap Pemkab Gowa

Komitmen 54 Pimpinan SKPD

Inspektur Inspektorat Daerah Kabupaten Gowa, Syahrul Syahrir, menjelaskan bahwa agenda ini menjadi wadah strategis bagi para kepala dinas untuk memitigasi risiko keuangan.

Tujuan Acara: Memberikan pemahaman komprehensif terkait strategi pencegahan penyimpangan dan penguatan Sistem Pengendalian Intern (SPI).

Peserta: Diikuti oleh 54 pimpinan SKPD, 4 staf ahli bupati, dan 6 kepala bagian Pemkab Gowa.

Narasumber Ahli: Menghadirkan perwakilan BPK RI Sulawesi Selatan, BPKP Sulawesi Selatan, serta Sekretaris Daerah Gowa, Andy Azis Peter.

Melalui sinergi ini, Pemkab Gowa menargetkan terciptanya kesamaan persepsi dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Berita terkait

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Muslimin Raih Doktor, Membongkar Paradoks Digitalisasi Birokrasi di DPRD Bone

Makassar-Spektroom: Pemerintah bisa membeli aplikasi, membangun sistem digital, dan memindahkan layanan ke layar komputer. Tetapi birokrasi tidak otomatis menjadi lebih baik. Di balik jargon transformasi digital, tetap ada manusia yang menentukan apakah teknologi benar-benar menjadi alat perubahan atau sekadar wajah baru dari cara kerja lama. Persoalan itulah yang dibedah Muslimin

Yahya Patta, Buang Supeno
Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Kasus Perundungan Masih Jadi PR, Pemprov Jateng Perkuat Edukasi Lewat Forum Anak Pesantren

Semarang-Spektroom: Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan bahwa upaya pencegahan perundungan atau bullying tidak boleh berhenti di lingkungan sekolah saja. Menurutnya, penanganan masalah ini memerlukan keterlibatan aktif dari keluarga, masyarakat, hingga berbagai lembaga pendidikan, termasuk pondok pesantren. Pernyataan tersebut disampaikan pria yang akrab disapa Gus Yasin ini usai

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko