MPC Pemuda Pancasila Depok Gelar Sumpah Pemuda ke-98
Depok-Spektroom: Tidak ada panggung megah, tidak ada karpet merah. Di bawah tenda sederhana beratap terpal, puluhan anggota Pemuda Pancasila Kota Depok duduk di kursi plastik. Acara yang digelar Selasa (28/10/2026) malam, mereka memperingati 2 momentum sekaligus: Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan HUT Pemuda Pancasila ke-67.
Di depan podium kayu bertuliskan "PEMUDA PANCASILA", Ketua MPC Kota Depok Asep Syamsudin berdiri dengan kemeja loreng oranye hitam khas. Suaranya tidak lantang berapi-api, justru pelan dan penuh kekeluargaan.
Di hadapan anggota yang datang dari berbagai PAC se-Kota Depok, Asep justru lebih banyak meminta maaf daripada menyampaikan prestasi.
Bagi Asep, makna Sumpah Pemuda hari ini bukan lagi soal merebut kemerdekaan seperti para pendahulu, melainkan soal menjaga marwah.
Puncak renungan malam itu datang dari tauziah KH Zaenudin MR. Di usia Pemuda Pancasila yang ke-67 tahun, ia menyebut usia itu bukan waktu yang singkat.
"Usia 67 tahun usia organisasi Pemuda Pancasila bukan waktu yang singkat, tentunya telah banyak melalui berbagai rintangan dan cobaan. Tetapi jika kita dekat ajaran Tuhan maka kita akan tetap jaya dan tidak goyah," tuturnya.
Kyai itu memuji MPC PP Kota Depok yang menurutnya tidak pernah meninggalkan nilai agama. Nuansa keagamaan yang selalu dijaga di setiap kegiatan, baginya, adalah hal yang luar biasa.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan jasa perjuangan pendahulunya. Jangan kalah dengan kegiatan lainnya dengan kegiatan keagamaan.
Di luar tenda rintik, angin malam berhembus. Di dalam, doa-doa untuk pendiri masih menggema di antara loreng oranye yang duduk di bangku plastik, sederhana, tapi penuh makna.