Trending

MTI Dorong Trans Semarang Kembali Masuk Pasar Johar

MTI Dorong Trans Semarang Kembali Masuk Pasar Johar
Halte Johar Semarang hanya dilalui kendaraan Angkot. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Akademisi Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Semarang sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, mendorong Pemerintah Kota Semarang menghidupkan kembali layanan Trans Semarang yang masuk ke kawasan Pasar Johar.

Menurut Djoko, Pasar Johar pada era 1980-an merupakan terminal tujuan berbagai trayek Bus DAMRI maupun angkutan kota dari sejumlah wilayah di Semarang. Namun seiring perkembangan kota, pusat integrasi transportasi beralih ke kawasan Simpang Lima Nn Nn

"Di kawasan Pasar Johar sebenarnya sudah tersedia halte bus, tetapi saat ini terbengkalai. Padahal jika rute Trans Semarang diperpanjang atau dialihkan masuk ke kawasan pasar, maka halte tersebut bisa kembali dimanfaatkan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Spektroom, Senin (6/7/2026).

Djoko menjelaskan, menghidupkan kembali rute Trans Semarang menuju Pasar Johar tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan. Kemudahan akses transportasi publik diyakini akan meningkatkan jumlah pengunjung sehingga aktivitas perdagangan di pasar tradisional terbesar di Semarang tersebut kembali bergairah.

Selain memudahkan pembeli, transportasi publik yang terintegrasi juga akan membantu pedagang, pekerja pasar dan warga lainnya, karena lebih murah dan mudah dijangkau.

Keberadaan Trans Semarang juga akan meningkatkan aksesibilitas bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, perempuan, maupun buruh gendong yang selama ini harus berjalan cukup jauh dari jalan utama menuju kawasan pasar.

“Pemanfaatan kembali halte di Pasar Johar merupakan langkah efisien karena mengoptimalkan aset pemerintah yang selama ini tidak digunakan dan dapat mengurangi kepadatan penumpang yang selama ini terpusat di Halte Simpang Lima maupun Balaikota,” tandasnya.

Halte Johar Semarang belum dimanfaatkan optimal untuk layanan transportasi publik. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Meningkatnya penggunaan transportasi umum di kawasan Pasar Johar diyakini mampu mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, dan kemacetan serta emisi kendaraan di pusat Kota Semarang.

Ditambahkan, Pasar Johar bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga bagian dari kawasan cagar budaya yang berdekatan dengan Kota Lama Semarang dan Masjid Agung Kauman. Karena itu, integrasi transportasi publik dinilai dapat mendukung pengembangan wisata sejarah dan ekonomi sekaligus memperkuat konsep kota yang ramah pejalan kaki dan berkelanjutan.

"Mengembalikan Trans Semarang ke Pasar Johar bukan sekadar mengubah trayek bus, tetapi menjadi langkah strategis menghidupkan kembali kawasan bersejarah, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus menghadirkan layanan transportasi yang lebih inklusif bagi masyarakat," tandasnya.

Djoko berharap Pemerintah Kota Semarang dapat melakukan kajian teknis dan rekayasa lalu lintas agar halte dapat difungsikan kembali, sehingga Pasar Johar kembali menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi sekaligus simpul transportasi publik di Kota Semarang.

Berita terkait

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Bedah Ranperda Keolahragaan Sumbar, 118 Pasal Disiapkan untuk Lindungi Insan Olahraga

Padang-Spektroom : Sebanyak 118 pasal dalam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Sumatera Barat mulai dikaji secara terperinci oleh Komisi V DPRD Sumbar bersama mitra kerja. Pembahasan diarahkan untuk menghasilkan regulasi yang memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat pembinaan olahraga di daerah. Pembahasan berlangsung alot melalui rapat kerja di Ruang

Rafles
Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Warga Galang Sampaikan Aspirasi Pelayanan kepada Pemko Batam

Batam–Spektroom : Sejumlah Aspirasi masyarakat Kecamatan Gatang disamaikan kepada Walikota Batam terkait pemerataan layanan air bersih, perbaikan infranstruktur jalan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi yang disampaikan melalui Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Galang, Nazaruddin, dalam kegiatan silaturahmi bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat di halaman Kantor Camat Galang,

Desmawati, Rafles