UIN Malang Masuk Jajaran Kampus Responsif Gender Terbaik, Raih Predikat Utama PTRG Award 2026
Malang - Spektroom : Komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan kembali mendapat pengakuan nasional.
Kampus tersebut berhasil meraih Predikat Utama pada Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Senin (6/7/2026).
Predikat Utama merupakan kategori penghargaan tertinggi dalam ajang yang diberikan kepada perguruan tinggi keagamaan Islam yang dinilai berhasil mengintegrasikan perspektif kesetaraan gender, perlindungan anak, serta pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam tata kelola kampus.
Sebelum meraih penghargaan tersebut, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang lolos sebagai satu dari 15 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terbaik di Indonesia yang masuk tahap presentasi portofolio dan penilaian akhir.
Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kebijakan responsif gender di UIN Malang telah diterapkan secara menyeluruh, mulai dari penyelenggaraan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pelayanan akademik. Implementasi tersebut juga melibatkan seluruh unsur sivitas akademika sebagai bagian dari budaya kampus.
Kepala Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen kampus.
"Alhamdulillah, penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III Tahun 2026 Predikat Utama merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kami untuk terus memperkuat budaya kampus yang adil, inklusif, ramah anak, responsif gender, serta memberikan ruang yang setara bagi penyandang disabilitas. Penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta seluruh unit yang memiliki komitmen membangun tata kelola perguruan tinggi yang berkeadilan," ujarnya.
Menurut Aprilia, penghargaan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi UIN Malang untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kebijakan yang berpihak kepada kelompok rentan.
"Kami berharap capaian ini menjadi energi baru untuk terus menghadirkan kebijakan, riset, pengabdian, dan layanan kampus yang semakin berpihak pada nilai-nilai kesetaraan, perlindungan terhadap kelompok rentan, serta penguatan hak-hak perempuan, anak, dan penyandang disabilitas. UIN Malang berkomitmen menjadi model perguruan tinggi Islam yang unggul, humanis, dan inklusif," katanya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. KH. Isroqunnajah, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan nasional itu menunjukkan bahwa UIN Malang mampu menghadirkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.
"Selamat kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya Pusat Studi Gender, Anak, dan Disabilitas (PSGAD), atas diraihnya penghargaan Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG) Award III Tahun 2026 dengan Predikat Utama. Prestasi ini menjadi bukti komitmen UIN Malang dalam mewujudkan kampus yang responsif gender, inklusif, dan berkeadilan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperkuat kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat," tuturnya.
Penghargaan ini semakin memperkuat reputasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga konsisten membangun tata kelola kampus yang menghormati kesetaraan, keberagaman, dan hak-hak setiap warga kampus. Raihan Predikat Utama PTRG Award III Tahun 2026 diharapkan menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain untuk terus mengembangkan ekosistem pendidikan tinggi yang aman, inklusif, dan berkeadilan.