MTQH 33 Kalteng, Silaturahmi Mengalir, UMKM Ramai Diserbu Pengunjung

MTQH 33 Kalteng, Silaturahmi Mengalir, UMKM Ramai Diserbu Pengunjung
Pameran produk unggulan daerah dan Bazar UMKM MTQH 2025 dibuka oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran. (dokMMCKalteng)

Spektroom - MTQH ke 33 Provinsi Kalimantan Tengah di Muara Teweh bukan hanya ruang syiar dan silaturahmi, tetapi juga magnet keramaian. Dengan kedatangan kafilah dari 13 kabupaten/kota, pameran produk unggulan daerah dan Bazar UMKM yang berlangsung 16–22 November 2025 buka pukul 08.00–22.00 WIB datang silih berganti pengunjung di Halaman Kantor Bupati Barito Utara dan Balai Antang.

Gelaran MTQH ke-33 Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Barito Utara kembali membuktikan diri sebagai acara besar yang menyatukan ibadah, silaturahmi, dan ekonomi rakyat. Dengan kehadiran kafilah dari 13 kabupaten dan kota, suasana Muara Teweh sejak 16 hingga 22 November 2025 terasa hidup. Pameran produk unggulan daerah dan Bazar UMKM di Halaman Kantor Bupati Barito Utara dan Balai Antang Muara Teweh dibuka setiap hari pukul 08.00–22.00 WIB, dan hampir tak pernah sepi.

Area Cabang Kaligrafi taktak luput dari perhatian peserta (dokMMCKalteng)

Keramaian mengalir sejak pagi. Pengunjung datang bukan hanya dari Barito Utara, tetapi juga keluarga kafilah, rombongan pendukung, serta warga sekitar. Arus manusia makin padat menjelang malam, ketika panggung MTQH beresonansi dengan riuh aktivitas jual–beli di area bazar.

Di tengah ramainya stan kerajinan, Tina Siregar, peserta pameran dari Kota Palangka Raya, melihat peluang ini sebagai ruang penguatan UMKM. “Kegiatan ini sangat bermanfaat banget, bisa membantu UMKM yang ada di luar supaya bisa lebih berkarya dan lebih maju lagi. Di sini kita ada memamerkan tas dari anyaman dan juga makanan khas dari Kalimantan Tengah, terutama dari Kota Palangka Raya. Juga ada gelang yang diukir sendiri, kalung yang diukir sendiri, serta lawung dan sumping,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Pengunjungpun nampak cukup senang (dokMMCKalteng)

Tio, pedagang pentol pedas asal Banjarbaru, bahkan menyebut event seperti MTQH membawa dampak nyata bagi pendapatan UMKM. “Saya aslinya Banjarbaru. Untuk adanya acara ini, kami sebagai pedagang UMKM sangat terbantu. Seperti MTQH ini karena acara empat tahunan, dulu saya pernah mendapat 10 juta per malam,” katanya.

Pameran produk unggulan daerah dan Bazar UMKM MTQH 2025 dibuka oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, di Balai Antang Muara Teweh. Kegiatan ini melibatkan seluruh daerah di Kalteng serta pelaku UMKM dari dalam dan luar Barito Utara, menjadikan kompleks pameran sebagai simpul bertemunya budaya, ekonomi, dan ribuan pengunjung yang datang dari berbagai penjuru.

Antusiasme yang terus mengalir selama pelaksanaan membuktikan bahwa MTQH bukan hanya kompetisi tilawatil quran, tetapi juga ruang nyata bagi perputaran ekonomi rakyat dan promosi produk lokal di panggung provinsi.
(Polin - Septi)

Berita terkait

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Prabowo Kumpulkan 2.600 Rektor dan Dosen, Tegaskan Investasi Terbaik Bangsa Ada pada Ilmu Pengetahuan dan SDM

Jakarta-Spektroom : Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jumat (26/6/2026). Forum yang dihadiri sekitar 2.600 rektor, guru besar, dekan, dan dosen dari perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta

Riswan Idris, Rafles
PMI dan Japanese Red Cross Society Jajaki Kolaborasi Program Sekolah dan Masyarakat

PMI dan Japanese Red Cross Society Jajaki Kolaborasi Program Sekolah dan Masyarakat

Jember - Spektroom : Upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana terus didorong di Kabupaten Jember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menerima kunjungan Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Japanese Red Cross Society dalam rangka pembahasan program penguatan Sekolah dan Masyarakat Tangguh Bencana, Jumat (26/06/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian

Budi Sucahyono, Julianto