Musda VI LKAAM Sawahlunto, Perkuat Peran Adat dalam Pembangunan
Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah, Rabu (20/5/2026) membuka secara resmi Musyawarah Daerah VI Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Sawahlunto. Kegiatan ini digelar sebagai upaya mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam melestarikan identitas budaya sekaligus mendorong pembangunan yang berpijak pada nilai kearifan lokal.
Musda yang dipusatkan di Hotel Saka Ombilin itu mengangkat tema “Sawahlunto Maju, Mandiri dan Berprestasi dengan Berazaskan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah, Syara’ Mangato Adat Mamakai”. Selain forum musyawarah, agenda juga mencakup pemilihan Ketua LKAAM Kota Sawahlunto masa bakti 2026–2031.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jeffry menegaskan bahwa Pemko Sawahlunto memandang lembaga adat bukan hanya sebagai simbol budaya. Lembaga adat diposisikan sebagai mitra strategis untuk menjaga ketahanan sosial, membentuk karakter generasi muda, serta merawat harmoni masyarakat di tengah perubahan zaman.
Menurut Wawako, dinamika sosial dan perubahan pola hidup masyarakat saat ini menuntut penguatan peran pemangku adat. Tujuannya agar nilai-nilai adat Minangkabau tetap hidup, mampu beradaptasi, dan menjadi pedoman dalam kehidupan sosial maupun dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.
Jeffry Hibatullah juga menilai keberadaan LKAAM, Kerapatan Adat Nagari, Bundo Kanduang, serta unsur tokoh adat lainnya memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dengan pembangunan nilai, moral, dan budaya masyarakat.
Karena itu, Pemko Sawahlunto menyatakan komitmen untuk terus memperkuat dukungan terhadap program-program pengembangan adat dan budaya, baik melalui sinergi kegiatan, fasilitasi pembinaan, maupun kolaborasi lintas sektor yang dapat memperluas ruang aktualisasi lembaga adat di tengah masyarakat. (Fjr)