Nobar Piala Dunia Hidupkan Malam Ternate, Spanyol dan Belgia Melaju ke Perempat Final
Ternate – Spektroom – Piala Dunia 2026 bukan hanya menyedot perhatian di negara tuan rumah, tetapi juga menghadirkan suasana berbeda di Kota Ternate, Maluku Utara.
Setiap malam hingga menjelang subuh, ratusan warga memadati Kampung Piala Dunia di Benteng Oranje untuk mengikuti pertandingan babak gugur melalui layar lebar.
Antusiasme itu kembali terlihat pada Selasa (7/7/2026) dini hari saat laga Spanyol menghadapi Portugal dan Belgia melawan Amerika Serikat disiarkan. Meski pertandingan berlangsung di belahan dunia lain, sorak sorai penonton di Benteng Oranje seolah menghadirkan atmosfer stadion.
Duel Spanyol kontra Portugal berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim saling menekan dan menciptakan sejumlah peluang, namun pertahanan disiplin serta penampilan apik kedua penjaga gawang membuat skor tetap imbang hampir sepanjang pertandingan. Spanyol akhirnya memecah kebuntuan pada masa injury time dan mengakhiri laga dengan kemenangan tipis 1-0.
Walaupun harus bergadang, namun tidak menyurutkan pecinta bola di Ternate untuk menyaksikan setiap laga yang dipertandingka, ( Foto : Samin Hamudu ).
Sementara itu, Belgia tampil lebih efektif saat menghadapi Amerika Serikat. Tim berjuluk The Red Devils menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 4-1 untuk mengamankan tiket ke babak delapan besar.
Hasil tersebut membuat enam negara telah memastikan lolos ke perempat final, yakni Maroko, Prancis, Inggris, Norwegia, Spanyol, dan Belgia. Dua tiket lainnya masih diperebutkan melalui pertandingan Argentina melawan Mesir serta Swiss menghadapi Kolombia.
Bagi warga Ternate, nobar Piala Dunia telah menjadi hiburan yang dinanti setiap malam. Selain menikmati pertandingan, mereka juga memanfaatkan momen tersebut untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.
"Saya tetap menjagokan Spanyol. Permainan mereka rapi, sabar, dan umpan-umpannya akurat. Di perempat final nanti saya optimistis mereka bisa menang lagi," ujar Rudy, salah seorang pendukung Spanyol.
Keramaian nobar juga membawa berkah bagi pedagang kecil. Sri, penjual jagung rebus di kawasan Benteng Oranje, mengaku penjualannya meningkat sejak Piala Dunia bergulir.
"Kalau ada nobar seperti ini, dagangan saya hampir selalu habis. Warga datang bukan hanya menonton bola, tetapi juga menikmati suasana malam di Benteng Oranje," katanya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa Piala Dunia tidak sekadar menjadi tontonan olahraga. Di Ternate, ajang sepak bola terbesar di dunia itu menjelma menjadi ruang berkumpul masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi pelaku usaha kecil di sekitar lokasi nobar.