NTB Terapkan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja

NTB Terapkan Keterbukaan Informasi Harus Jadi Budaya Kerja
Kadiskominfotik NTB saat membuka Rakor Monitoring, Evaluasi, dan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026(foto Diskominpotik NTB)

Mataram-Spektroom : Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Ahsanul Khalik, menegaskan keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja seluruh badan publik, bukan sekadar kewajiban administratif untuk memenuhi penilaian. Menurutnya, keterbukaan informasi merupakan fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang dipercaya, kebijakan yang tepat sasaran, serta pelayanan publik yang berkualitas.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi, Monitoring, Evaluasi, dan Bimbingan Teknis Penyelenggaraan Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2026 di Mataram, Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB bersama Komisi Informasi Provinsi NTB untuk memperkuat kapasitas badan publik dalam menyelenggarakan layanan informasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Menurut Aka, ukuran kemajuan sebuah bangsa terus mengalami perubahan. Jika dahulu kemajuan diukur dari luas wilayah dan penguasaan sumber daya alam, maka pada era digital kemajuan ditentukan oleh kemampuan mengelola data menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, pengetahuan menjadi kebijakan, dan kebijakan menjadi kesejahteraan masyarakat. Di titik itulah keterbukaan informasi memiliki makna yang sangat strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Keterbukaan informasi bukan sekadar menyediakan dokumen atau menjawab permohonan informasi masyarakat. Lebih dari itu, keterbukaan informasi merupakan fondasi lahirnya pemerintahan yang dipercaya, pembangunan yang partisipatif, dan pelayanan publik yang berkualitas," tegas Aka.

Menurut Aka, hasil Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik juga tidak boleh dimaknai hanya sebagai upaya mengejar predikat informatif. Predikat hanyalah hasil, sedangkan yang jauh lebih penting adalah proses membangun tata kelola informasi yang semakin baik setiap hari. Oleh karena itu, setiap rekomendasi hasil monitoring harus diterjemahkan menjadi langkah nyata berupa penyempurnaan standar operasional, peningkatan kompetensi PPID, penguatan koordinasi antarperangkat daerah, hingga pengembangan inovasi pelayanan informasi publik.

Keterbukaan informasi pada hakikatnya adalah upaya membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Pemerintahan yang kuat, katanya, bukanlah pemerintahan yang paling banyak mengeluarkan kebijakan, melainkan pemerintahan yang paling dipercaya oleh rakyatnya. Kepercayaan itu hanya dapat dibangun melalui keterbukaan, kejujuran, dan konsistensi antara apa yang direncanakan, dikerjakan, dan disampaikan kepada masyarakat.

"Mari kita bangun birokrasi yang tidak takut dikoreksi, tidak enggan mendengarkan, cepat memberikan penjelasan kepada masyarakat, dan menjadikan transparansi sebagai kekuatan, bukan sebagai beban," ajaknya.

Sementara itu, Ketua Komisi Informasi Provinsi NTB, Sahnam, menjelaskan bahwa bimbingan teknis ini bertujuan meningkatkan kapasitas badan publik dalam memenuhi standar layanan informasi melalui pemahaman terhadap pengisian instrumen Sistem Informasi Kuesioner (SIQ). Tahun ini jumlah badan publik yang mengikuti Monitoring dan Evaluasi meningkat dari 77 menjadi 110 badan publik, menunjukkan semakin luasnya komitmen badan publik terhadap keterbukaan informasi.

Ia menegaskan bahwa proses penilaian akan dilakukan secara objektif melalui verifikasi administrasi berbasis digital, masa sanggah, serta verifikasi faktual atas dokumen yang disampaikan.

Berita terkait

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Lulusan Polteka Mangunwijaya Diingatkan Tak Mudah Menyerah Hadapi Dunia Kerja

Semarang-Spektroom : Kelulusan bukan garis akhir bagi mahasiswa Politeknik Katolik (Polteka) Mangunwijaya Semarang. Justru setelah meninggalkan bangku kuliah, para lulusan akan menghadapi tantangan yang menuntut kompetensi sekaligus mentalitas yang kuat. Pesan itu disampaikan Direktur Polteka Mangunwijaya Semarang, Dr. Yohanes Yupilustanaji A., M.Hum., saat Wisuda ke-9 dan Angkat Sumpah Tahun Akademik

Y.Bambang Triyono, Bian Pamungkas
ссс