Nusalaut–Ambalau Jadi Contoh Moderasi Beragama Berbasis Gandong

Nusalaut–Ambalau Jadi Contoh Moderasi Beragama Berbasis Gandong
Bendahara Presidium NUSAMBA, Marla Beatriecs Kailola, saat di temui Spektroom di ruang kerjannya, Senin (13/04/2026), (Foto : Eva M.)

Ambon – Spektroom: Relasi persaudaraan antara Pulau Nusalaut dan Ambalau di Provinsi Maluku dinilai menjadi contoh nyata moderasi beragama berbasis Gandong yang hidup dan terus terjaga hingga kini.

Hal itu disampaikan Bendahara Presidium NUSAMBA, Marla Beatriecs Kailola, di ruang kerjannya, Senin (13/04/2026), saat menjelaskan praktik sosial masyarakat dua pulau yang tetap terikat sebagai saudara, meski berbeda keyakinan.

Nusalaut dikenal sebagai wilayah dengan mayoritas Kristen, sementara Ambalau didominasi Muslim. Perbedaan tersebut tidak memicu jarak, tetapi justru memperkuat hubungan kekerabatan yang telah diwariskan turun-temurun.

Dalam kehidupan sehari-hari, nilai Gandong tercermin melalui praktik saling berbagi. Terbukti saat Idul Fitri, warga Ambalau mengirim daging kurban ke Nusalaut, sementara pada perayaan Natal, warga Nusalaut membalas dengan bantuan pangan.

Relasi timbal balik itu menunjukkan bahwa nilai keagamaan berjalan seiring dengan semangat menjaga persaudaraan.

Menurut Kailola, praktik tersebut sejalan dengan prinsip moderasi beragama yang menekankan toleransi, anti-kekerasan, komitmen kebangsaan, dan penghargaan terhadap kearifan lokal.

Ia menilai, nilai-nilai itu sudah hidup lama di tengah masyarakat, bahkan sebelum konsep moderasi beragama diperkenalkan secara formal oleh pemerintah.

Selain menjaga harmoni sosial, hubungan Nusalaut dan Ambalau juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Kepercayaan antar-warga mendorong kelancaran perdagangan, pengembangan sektor perikanan, hingga membuka peluang wisata berbasis budaya damai.

Kondisi ini menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya berhenti pada simbol, tetapi berkontribusi langsung pada pembangunan yang inklusif.

Kailola menambahkan, pengalaman dua pulau ini dapat menjadi rujukan dalam merancang kebijakan kerukunan umat beragama, termasuk yang dijalankan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Menurutnya, pendekatan berbasis budaya dan kekerabatan terbukti lebih efektif dalam menjaga stabilitas sosial dibandingkan pendekatan formal semata.

Momentum Halal Bihalal NUSAMBA yang akan digelar 14 April 2026 menjadi penguatan simbolik dari relasi tersebut, sekaligus penegasan bahwa perbedaan tidak menghalangi persaudaraan.

Di tengah tantangan polarisasi dan konflik identitas, kisah Nusalaut dan Ambalau menunjukkan bahwa harmoni dapat tumbuh dari praktik hidup sehari-hari yang diwariskan lintas generasi. Potong Di kuku Rasa di Daging (EM)

Berita terkait

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Kejurprov Tinju Amatir Elite Se Riau Digelar di Bangkinang Kab Kampar, Jadi Ajang Seleksi PON Beladiri

Pekanbaru-Spektroom : Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Provinsi Riau akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Tinju Amatir Elite 2026 di Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada 3–7 September 2026. Kejuaraan tersebut menjadi ajang seleksi atlet yang akan memperkuat kontingen Riau pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri di Manado, Sulawesi Utara, Oktober mendatang. Ketua

Salman Nurmin, Julianto
Wakil Pemkab Jeneponto, Bersinar di PKN Tingkat II, Dr.St.Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik

Wakil Pemkab Jeneponto, Bersinar di PKN Tingkat II, Dr.St.Meriam Raih Predikat Peserta Terbaik

Makassar-Spektroom : Prestasi membanggakan kembali ditorehkan aparatur Pemerintah Kabupaten Jeneponto pada ajang Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Selatan. Pada pengumuman hasil PKN Tingkat II yang dilaksanakan Jumat (31/7/2026) di Kampus BPSDM Provinsi Sulawesi

Yahya Patta, Julianto
ссс