Pacu Kuda Bukittinggi-Agam Open Race 2025, Emperor Bukati Jadi Jawara

Pacu Kuda Bukittinggi-Agam Open Race 2025, Emperor Bukati Jadi Jawara
Dok.( rita)

Sektroom - Pembukaan Pacu Kuda Bukittinggi-Agam Open Race 2025 ditandai dengan penyerahan Bendera Pordasi dari Niniak Mamak kepada Wali Kota Bukittinggi, yang kemudian diserahkan kepada Dewan Steward PORDASI Sumbar disaksikan, Kadispora Sumbar, Ketua Pengprov Pordasi Sumbar, Ketua Panitia Pelaksana Hamdan Hs,S.Ds, Ketua KONI Kota Bukittinggi Hendra Hendramin, Kadisparpora Agam, Dandim 0304/Agam Letkol inf Slamet Dwi Santoso,S.IP, Wakil Walikota Padang Panjang, Wakapolresta Bukittinggi, Kadisdukcapil Padang Pariaman dan Instansi Lintas Vertikal termasuk LPP RRI Bukittinggi. Acara ini berlangsung di Galanggang Lapangan Pacu Bukik Ambacang, Minggu (28/12/2025) pagi

Kadispora Sumbar Mahdianur mewakili Gubernur Sumbar yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Kota Bukittinggi, Kabupaten Agam, dan Pordasi atas pelaksanaan acara ini.

"Sumatera Barat memang terkena bencana, tapi kita tidak boleh larut. Sumatera Barat harus bangkit dari bencana," ujarnya. Mahdianur juga menekankan pentingnya sportifitas dan kejujuran dalam acara ini, serta dampak positifnya bagi perkembangan olahraga berkuda.

Wali Kota Bukittinggi, H.M Ramlan Nurmatias, mengakui bahwa beternak kuda lebih menguntungkan daripada beternak sapi. "Umur kuda 1 tahun saja bisa dijual 100 juta, sedangkan sapi usia 1 tahun dijual Rp20 juta," katanya.

Ramlan juga mengungkapkan rencana untuk membeli kuda pejantan pengganti Fort de Kock yang mati di usia 19 tahun, dengan harga sekitar Rp1 Milyar.

Acara ini juga tidak terlepas dari dukungan Bank Nagari, dan tahun depan akan digelar acara serupa, Bukittinggi Wisata Derby. Dalam acara tersebut berhasil terkumpul dana untuk bencana alam Rp40 juta 100 ribu.

Pertandingan berakhir pukul 17.35 Wib dengan mempertandingkan kelas Derby 1.600 Meter dengan Juara pertama Kuda Emperor Bukati asal Bukittinggi dengan Pemilik Aira dan Farid disusul Pemenang kedua Kuda Emmera asal Bukittinggi dengan Pemilik Wali Kota Bukittinggi H.M Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa serta Pemenang ketiga Kuda Raja Bhayangkara asal Jawa Tengah dengan pemilik Kombes Pol Riyadi. (Rita-Rz)

Berita terkait

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Pulihkan Ekonomi Petani, Sawahlunto Genjot Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang Jadi Sawah dan Kebun Produktif

Sawahlunto–Spektroom : Pemerintah Kota Sawahlunto mulai mengakselerasi pemulihan ekonomi masyarakat tani melalui program Gerakan Pemanfaatan Lahan Bekas Tambang (Gerak Lekas). Program ini diharapkan mampu menghidupkan kembali lahan pertanian yang rusak akibat aktivitas pertambangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Langkah tersebut disosialisasikan oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Pastikan Tak Salah Sasaran, KKP Pelototi Kelayakan Calon Penerima Bantuan di Wringinagung

Jember-Spektroom : Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tampaknya tidak ingin kecolongan dalam menyalurkan program bantuan tematiknya tahun ini. Guna memastikan program strategis negara tersebut jatuh ke tangan yang benar-benar berhak dan produktif, kementerian menerjunkan tim khusus untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) secara ketat dan terperinci di Desa Wringinagung, kecamatan Jombang,

Budi Sucahyono, Julianto
Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Ternak Masih Berkeliaran di Kawasan Wisata Kandi, Pemkot Sawahlunto Mulai Bersikap Tegas demi Jaga Citra Pariwisata

Sawahlunto–Spektroom : Upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjaga wajah destinasi wisata kembali diuji. Meski telah berulang kali diimbau, keberadaan ternak yang berkeliaran di kawasan wisata Kandi masih menjadi persoalan yang dinilai mengganggu kenyamanan pengunjung sekaligus mencoreng citra kota yang menyandang status Warisan Dunia UNESCO. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3)

Riswan Idris, Rafles
ссс