Trending

Panel Beton Paralel, Alternatif Struktur Ramah Lingkungan untuk Pesisir

Panel Beton Paralel, Alternatif Struktur Ramah Lingkungan untuk Pesisir

Yogyakarta - Spekktr4oom : Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika telah melakukan audit teknologi struktur dinding penahan tanah berbasis Parallel Concrete Panel (PCP) sebagai alternatif perlindungan kawasan pesisir dan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan stabil. Audit teknologi ini bertujuan mengkaji kinerja struktur PCP sebagai dinding penahan tanah atau dinding saluran banjir di wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi, kenaikan muka air laut, dan penurunan tanah.

Perekayasa Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika (PRTH) BRIN, Affandy Hamid menerangkan pemodelan numerik menggunakan perangkat lunak mekanika struktur telah dilakukan untuk membandingkan kinerja dua konfigurasi batang pengikat (tie rod), yaitu konfigurasi orisinal paten tipe diagonal (Tipe A) dan konfigurasi pembanding dari BRIN berupa tipe horizontal (Tipe B). ”Inovasi ini menjadi alternatif menjanjikan untuk pembangunan infrastruktur pesisir yang berkelanjutan,” jelas Hamid, Kamis (16/04/2026).

Parallel Concrete Panel (PCP) merupakan produk komersial berpaten dari PT Jaya Wadah Lestari dengan nama komersial Sistem Urug dengan Perkuatan Wadah (SUPW). Struktur SUPW adalah struktur wadah modular dengan isian urugan tanah yang dirancang untuk disusun sebagai tanggul dengan berbagai fungsi. Struktur wadah tersusun dari 2 pelat beton sejajar yang dikoneksikan dengan batang pengikat untuk menahan beban horizontal.

Dalam penelitian itu diketahui struktur PCP memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan konstruksi konvensional. Di antaranya penggunaan material beton yang lebih sedikit, kemudahan konstruksi, serta efisiensi ruang. Struktur ini juga memungkinkan pemanfaatan material urugan lokal sehingga lebih mendukung konsep infrastruktur hijau.

Sementara itu, menurut Shafan Abdul Aziz, Perekayasa PRTH BRIN menyebut struktur Parallel Concrete Panel memiliki potensi besar sebagai solusi perlindungan pantai yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan tetap mempertahankan stabilitas struktur yang baik.

Hasil analisis menunjukkan kedua konfigurasi baik diagonal maupun horizontal, sama-sama memenuhi kriteria stabilitas. Nilai faktor keamanan (safety factor) untuk Tipe A tercatat sebesar 1,35, sementara Tipe B sebesar 1,32, yang keduanya berada di atas batas minimum standar geoteknik. Hal ini menandakan bahwa struktur mampu menahan beban tanpa mengalami kegagalan.

Meski demikian, terdapat perbedaan karakteristik antara kedua konfigurasi tersebut. Tipe B membutuhkan diameter tie rod yang lebih kecil sehingga lebih ekonomis, namun menghasilkan momen yang lebih besar pada panel beton. Sebaliknya, Tipe A menunjukkan stabilitas yang sedikit lebih tinggi. Dari hasil tersebut, para perekayasa juga mengembangkan konfigurasi kombinasi (Tipe C) yang mengintegrasikan keunggulan dari kedua tipe, dengan tujuan meningkatkan efisiensi biaya tanpa mengurangi kinerja struktur.

Hasil simulasi menunjukkan struktur PCP tetap stabil tanpa memerlukan tambahan fondasi tiang selama kondisi tanah fondasi memenuhi persyaratan tertentu. Hal ini menjadi nilai tambah dalam menekan biaya konstruksi serta mempercepat proses pembangunan.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya risiko kerusakan kawasan pesisir di Indonesia akibat perubahan iklim, yang ditandai dengan fenomena abrasi, banjir rob, dan penurunan muka tanah. Dengan garis pantai yang sangat panjang, Indonesia membutuhkan inovasi infrastruktur yang tidak hanya kuat, tetapi juga berkelanjutan.

Ke depan, tim perekayasa BRIN merekomendasikan dilakukannya pengujian lebih lanjut melalui eksperimen fisik untuk memvalidasi hasil pemodelan numerik, disertai dengan kajian komprehensif terkait ketahanan material terhadap korosi dalam jangka panjang. Kerjasama riset pengembangan struktur PCP generasi terbaru sedang dijajaki dengan PT Sistem Panel Serbaguna dan industri terkait.

Melalui audit teknologi dan kerja sama inovasi ini, BRIN terus mendorong pengembangan teknologi konstruksi yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia.(frw, kf/ed:jml)

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP