Pangkohanudnas dan Pangkogabwilhan III Bahas Pengembangan Konsep Pangkalan Terintegrasi TNI di Kawasan Timur Indonesia
Jakarta-Spektroom : Kesiapan pertahanan modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan masing-masing matra, tetapi juga oleh kemampuan mengintegrasikan seluruh sumber daya pertahanan dalam satu sistem yang terpadu.
Berangkat dari perspektif tersebut, Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsdya TNI Andyawan Martono P., S.I.P., menerima audiensi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., beserta rombongan di Makohanudnas, Selasa 9 Juni 2026.
"Audiensi membahas rencana pengembangan Konsep Pangkalan Terintegrasi TNI di Kawasan Timur Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan operasi gabungan TNI di wilayah strategis nasional," tulis akun resmi FB Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Rabu (10/6/2026).

Dalam kesempatan ini, Pangkogabwilhan III memaparkan konsep pembangunan pangkalan yang mengintegrasikan kemampuan tiga matra guna mendukung efektivitas operasi, memperkuat kehadiran negara, serta meningkatkan daya tangkal pertahanan di kawasan timur Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Pangkohanudnas menegaskan bahwa pengembangan pangkalan terintegrasi perlu dirancang sebagai bagian dari sistem pertahanan yang menyeluruh.
“Pangkalan yang dibangun di kawasan strategis harus didukung sistem pengawasan dan pertahanan udara yang terintegrasi, berlapis, serta terhubung dengan unsur sensor dan komando kendali yang memadai. Dengan demikian, pangkalan tidak hanya mampu mendukung operasi gabungan, tetapi juga memiliki tingkat perlindungan yang optimal terhadap aset dan kepentingan strategis nasional,” tegas Pangkohanudnas.
Turut hadir, Kas Kohanudnas Mayjen TNI Trias Wijanarko, S.I.P., M.H.I., beserta para Asisten, sedangkan Pangkogabwilhan III didampingi Kas Kogabwilhan III Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto dan sejumlah pejabat utama Kogabwilhan III. (RRE/Puspen TNI)