Parekraf Jaksel Dorong Pelaku Ekraf Kuasai AI dan Akses Permodalan
Jakarta - Spektroom: Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Administrasi Jakarta Selatan mendorong pelaku ekonomi kreatif meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), serta memperluas pemahaman mengenai akses permodalan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Ekonomi Kreatif bertema “Strategi Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif Melalui AI Marketing dan Akses Permodalan”.
Kepala Seksi Ekonomi Kreatif Suku Dinas Parekraf Jakarta Selatan, Agung Pramanto, dalam laporannya mengatakan perkembangan teknologi digital memberikan peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Perkembangan teknologi telah memberikan berbagai peluang baru bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha dan memperluas pasar. Salah satunya melalui pemanfaatan Artificial Intelligence atau AI yang saat ini semakin banyak digunakan dalam berbagai aktivitas pemasaran dan pengembangan bisnis,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan memanfaatkan teknologi dalam pemasaran perlu berjalan beriringan dengan kesiapan pelaku usaha dalam mengelola pembiayaan. Pemahaman mengenai alternatif sumber permodalan, prosedur pengajuan, hingga kelengkapan administrasi menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha.
"Karena itu, kedua aspek tersebut dipadukan dalam kegiatan bimtek agar peserta memperoleh wawasan yang lebih komprehensif dan dapat menerapkannya dalam kegiatan usaha masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 150 pelaku ekonomi kreatif mengikuti pelatihan," ucapnya.
Peserta berasal dari berbagai subsektor, dengan jumlah terbanyak dari subsektor kuliner sebanyak 65 orang, fashion 27 orang, dan kria 24 orang.
Selain itu, peserta juga berasal dari subsektor seni pertunjukan, konten digital, fotografi, musik, desain komunikasi visual, aplikasi dan pengembangan permainan, film, animasi, video, penerbitan, serta seni rupa. Sebagian peserta bahkan menjalankan usaha pada lebih dari satu subsektor ekonomi kreatif.
Agung, menilai keberagaman peserta menunjukkan besarnya potensi ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta Selatan yang tidak bertumpu pada satu jenis usaha.
“Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta Selatan memiliki potensi yang luas dan tidak hanya bertumbuh pada satu jenis usaha saja,” katanya.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara langsung untuk meningkatkan kualitas pengelolaan dan pengembangan usaha.
Suku Dinas Parekraf Jakarta Selatan, lanjut Agung, akan terus memberikan ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk belajar, membangun jejaring, berinovasi, dan mengembangkan usaha.
“Kami berharap para peserta dapat menjadi pelaku ekonomi kreatif yang semakin adaptif terhadap teknologi, inovatif dalam berkarya, profesional dalam mengelola usaha, serta mampu melihat berbagai peluang yang tersedia,” ujarnya.
Agung menambahkan, penguatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Jakarta Selatan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan, para narasumber, dan seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan antusias.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi para pelaku ekonomi kreatif dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun ekonomi kreatif Jakarta Selatan yang semakin berkembang, inovatif, dan berdaya saing,” pungkasnya.