Pasar Gede Solo, Magnet Bagi Pemudik

Pasar Gede Solo, Magnet Bagi Pemudik
Aneka makanan kering oleh-oleh khas yang dijajakan di Pasar Gede Solo. (Foto: Ciptati Handayani)

Surakarta- Spektroom: Pasar Gede Solo menjadi magnet bagi para pemudik yang hendak kulineran dan mencari oleh-oleh khas.

Menjelang dan sesudah hari raya Idul Fitri 1447 H tahun 2026, pasar yang menjadi ikon kota Solo ini tidak pernah sepi dari kunjungan wisatawan terutama para pemudik termasuk warga lokal. Selain menyediakan berbagai kebutuhan pangan sehari-hari, baik berupa daging dan ikan segar, sayur mayur dan sembako, Pasar gede Solo juga terkenal dengan sajian makanan khas yang legendaris.

“Kebetulan mau nyari oleh-oleh buat saudara yang akan kembali ke Jakarta. Disini cukup lengkap untuk mendapatkan berbagai makanan kering, ada abon, rambak ceker, rambak kulit sapi, keripik paru, pokoknya lengkap aneka makanan kering tersedia banyak,” ungkap Indah, warga Banjarsari Solo yang berbelanja di Pasar Gede Solo, Rabu (25/03/2026).

Menurutnya untuk harga makanan khas tersebut, meski situasi ramai tidak ada pedagang yang aji mumpung alias mematok harga tinggi.

“Kalau harga sih relative ya. Bahkan terjangkaulah. Misalnya ada makanan kering yang harganya Rp 15 ,000 per pax, Rp 20.000 seperti onde-onde, rengginang, kerupuk karak. Keripik paru ada yang Rp 25.000, Rp 30.000. Tapi kalau untuk abon dan kacang mete yang memang dari dulu lebih mahal dari yang lain,” jelasnya.

Ketika dikonfirmasi salah seorang penjual oleh-oleh di pasar Gede Solo, Ny Saji mengatakan, untuk harga aneka makanan kering relative stabil, namun ada beberapa yang mengalami kenaikan.

“Dari pemasoknya juga menaikkan harga. Seperti emping dan kacang bawang harganya naik,” ucapnya.

Selain makanan kering untuk oleh-oleh maupun untuk sajian selama lebaran, di Pasar Gede Solo juga terkenal dengan kulinernya yang langsung bisa dinikmati pengunjung. Seperti nasi soto dan kare, dawet telasih, aneka makanan basah berupa bermacam snak, ada semar mendem, sosis solo, bakmi dan ihun goreng, maupun jananan tradisional lainnya berupa lopis dan lenjongan.

Salah satunya yang cukup banyak diminati pengunjung, yakni dawet telasih yang begitu khas dan menyegarkan. Tak mengherankan, jika para penjual dawet telasih selalu dikerumini pembeli yang langsung makan ditempat.

“Ke pasar gede Solo belum lengkap rasanya, jika belum menikmati dawet telasih. Khas banget, manis segar dan juga mengenyangkan. Nah, saya juga beli bakmi mihun sama sosis solo, dibungkus buat ngemil di mobil,” ungkap Nita, pemudik dari Jakarta, yang mampir ke pasar Gede bersama keluarganya. (CH)

Berita terkait

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Rano Karno Resmikan Kampung Qur'an Rusunawa Penjaringan, Siapkan Model Pembinaan Karakter Warga

Jakarta - Spektroom: Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meresmikan Kampung Quran di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (31/7/2026). Program ini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, pembinaan karakter, sekaligus pemberdayaan masyarakat, serta akan dikembangkan sebagai percontohan bagi wilayah lain di Jakarta. "Kami ingin Kampung Qur&

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta Siapkan 166 M Untuk Dukung PON 2028, Optimistis Dongkrak Ekonomi

Jakarta - Spektroom: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan siap menjadi daerah penyangga penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain menyiapkan puluhan arena pertandingan, Jakarta juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp166 miliar untuk meningkatkan kualitas venue

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Pasar Murah dan UMKM Banyumas Digelar, Bupati Ajak Jaga Inflasi dan Dukung Pelaku Usaha

Banyumas – Spektroom Pemerintah Kabupaten Banyumas menggelar kegiatan Pasar Murah dan UMKM di Kelurahan Kranji, Jumat (31/7/2026), sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat pengendalian inflasi daerah. Kegiatan dibuka Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono melibatkan berbagai pihak, di antaranya PT Indomarco Prismatama (Indomaret), Kantor

Bian Pamungkas
ссс