Pastikan Ketersediaan Alat Kontrasepsi, Tim BKKBN Malut Lakukan Monitoring di Halmahera Selatan

Pastikan Ketersediaan Alat Kontrasepsi, Tim BKKBN Malut Lakukan Monitoring di Halmahera Selatan
Ketua Tim Kerja Strategi Pengendalian kuantitas dan Kesehatan Reproduksi, Bina Akses dan Kualitas Pelayanan KB BKKBN Maluku Utara Wahyudi bersama tim saat melakukan monitoring Alokon di Halmahera Selatan (Foto:BKKBN Malut)

Halsel-Spektroom : Dalam upaya memastikan ketersediaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) bagi pelayanan Keluarga Berencana, Tim Kerja Strategi Pengendalian kuantitas dan Kesehatan Reproduksi, Bina Akses dan Kualitas Pelayanan KB BKKBN Maluku Utara diketuai Wahyudi, SE, M.Si melaksanakan kegiatan monitoring di gudang OPD KB Kabupaten Halmahera Selatan serta di gudang fasilitas kesehatan RSUD Labuha yang berada di Kecamatan Bacan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan pengelolaan logistik program KB agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.

Tim Kerja Strategi Pengendalian kuantitas dan Kesehatan Reproduksi, Bina Akses dan Kualitas Pelayanan KB di Ketuai Wahyudi, SE, M.Si, kepada Spektroom Kamis (21/5/2026) mengatakan, kegiatan monitoring yang dilakukan ini dengan pengecekan langsung terhadap stok alokon yang tersedia di gudang fasilitas kesehatan dan gudang OPD.

Tim memastikan jumlah persediaan, kondisi, serta jenis alokon yang tersedia sesuai dengan kebutuhan pelayanan di lapangan.
"Kegiatan yang kami lakukan ini juga bertujuan untuk mencocokkan data fisik persediaan dengan laporan yang tercatat pada aplikasi SIRIKA sebagai sistem pelaporan logistik alokon," ujar Yudi siapaan Wahyudi.

Melalui kegiatan ini, pemantauan stok dapat dilakukan secara lebih terukur sehingga ketersediaan alokon di fasilitas kesehatan maupun gudang penyimpanan selalu terpantau.
Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kelebihan stok yang berpotensi menimbulkan pemborosan, maupun kekurangan stok yang dapat menghambat pelayanan kepada akseptor KB.

Pemantauan rutin juga menjadi langkah strategis untuk menjaga distribusi alokon tetap tepat sasaran sesuai kebutuhan wilayah.
Selain pemantauan stok, penggunaan aplikasi SIRIKA menjadi bagian dari upaya digitalisasi pengelolaan logistik. Sistem ini mendukung perubahan proses pencatatan yang sebelumnya dilakukan secara manual menjadi digital, sehingga data yang dihasilkan lebih akurat, cepat, dan mudah diakses.

Dengan sistem digital, proses pelaporan logistik menjadi lebih efisien serta meminimalkan kesalahan pencatatan.
SIRIKA juga terintegrasi dengan sistem pelaporan lain milik BKKBN, salah satunya SIGA. Integrasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pelayanan program keluarga berencana, karena data logistik dan data sasaran keluarga dapat saling mendukung dalam perencanaan maupun evaluasi program.

Melalui monitoring ini, OPD KB Kabupaten Halmahera Selatan terus berkomitmen memperkuat tata kelola logistik alokon agar pelayanan KB kepada masyarakat berjalan efektif, tepat, dan berkelanjutan.

Berita terkait

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

UIN Palangka Raya Perkuat Ekosistem Riset, Hadirkan Kepala Puspenma Kemenag RI

Palangka Raya-Spektroom : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Palangka Raya menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Program Pendanaan Riset Kolaboratif menghadirkan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama RI, Dr. Ruchman Basori. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat

Polin, Julianto