PAUD Islam Terpadu Bintang Kunjungi RRI Banjarmasin Belajar Radio Lewat Pengalaman Nyata

Kunjungan PAUD Islam Terpadu Bintang ke RRI Banjarmasin dalam rangka Studi luar Sekolah (Foto: rri co.id/Iqbal)
Kunjungan PAUD Islam Terpadu Bintang ke RRI Banjarmasin dalam rangka Studi luar Sekolah (Foto: Spektroom/Iqbal)​

Spektroom - PAUD Islam Terpadu Bintang, Banjarmasin, mengajak siswa-siswi TK B berkunjung ke RRI Banjarmasin, Rabu (6/8/2025) dalam rangka studi luar sekolah. Kunjungan ini merupakan bagian dari pembelajaran bertema “Alat Komunikasi” yang sedang dipelajari para siswa di kelas.

Wali kelas TK B, Miftahul Jannah menjelaskan, ketertarikan anak-anak berawal dari pertanyaan polos mereka tentang radio. “Bunda, kenapa radio tidak ada gambarnya dan dari mana suaranya?” tanya mereka, yang kemudian mendorong guru untuk memberi jawaban lewat pengalaman langsung.

Selama kunjungan, anak-anak diajak melihat proses rekaman dan mengenal berbagai peralatan siaran. Miftahul berharap kegiatan ini memperluas wawasan siswa tentang alat komunikasi yang nyata, bukan hanya melalui gambar atau cerita di kelas.

Di Kesempatan sama, Ketua Tim Layanan dan Pengembangan Usaha (LPU) RRI Banjarmasin, Fayakun Furu, menyambut baik kunjungan ini. Ia mengatakan pentingnya memperkenalkan radio sejak usia dini sebagai bagian dari sejarah dan alat perjuangan bangsa.

“Kami ingin anak-anak tahu bahwa radio itu milik publik, milik semua orang. Semoga dari sini tumbuh ketertarikan mereka terhadap dunia siaran,” ujar Fayakun. Ia menambahkan, RRI juga telah bekerja sama dengan beberapa TK lain dalam upaya serupa.

Kunjungan edukatif ini diharapkan menanamkan nilai-nilai sejarah dan kebangsaan melalui media radio. Selama di studio, anak-anak tampak antusias dan menikmati pengalaman baru yang membuka cakrawala mereka.

Berita terkait

Dari Ruang Sunyi Menuju Keberanian: Cara Puskesmas Sebangkau Membantu Remaja Bangkit dari Perundungan

Dari Ruang Sunyi Menuju Keberanian: Cara Puskesmas Sebangkau Membantu Remaja Bangkit dari Perundungan

Sambas-Spektroom: Tidak semua luka terlihat. Di balik tawa para pelajar, ada yang menyimpan kecemasan, takut datang ke sekolah, hingga kehilangan rasa percaya diri karena menjadi korban perundungan. Sebagian memilih diam, memendam semuanya sendirian. Kondisi itulah yang mendorong Puskesmas Sebangkau, Kabupaten Sambas, menghadirkan inovasi "Mencegah Bullying dan Kekerasan dengan Remaja

Bian Pamungkas
ссс