Pelajar Jakarta Timur Sulap Sampah Jadi Kreativitas
Jakarta - Spektroom : Tumpukan tutup botol plastik yang kerap berakhir di tempat sampah menjelma menjadi peta Indonesia berwarna. Botol plastik bekas pun disulap menjadi miniatur ikan paus yang menggambarkan kekayaan laut Nusantara.
Di tangan pelajar Jakarta Timur, barang yang dianggap tak terpakai menemukan kehidupan baru melalui kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan. Beragam karya itu dipamerkan dalam Gebyar Sumpah Pemuda 2026 yang diselenggarakan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
Mengusung tema “Gerakan Memilah dan Mengolah Sampah di Sekolah”, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan bakat sekaligus mengenal pentingnya pengelolaan sampah sejak dini.
Pengunjung disuguhi beragam karya dan pertunjukan, mulai dari tarian khas Betawi, peragaan busana, pantomim, hingga pameran kerajinan tangan berbahan barang bekas. Lukisan abstrak, aromaterapi, patung dari botol plastik, serta lukisan berbahan kardus bekas turut memperlihatkan kreativitas dapat tumbuh dari benda-benda sederhana di sekitar mereka.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengaku takjub melihat kemampuan pelajar mengolah barang bekas menjadi karya yang menarik. Kreativitas tersebut menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat dan pemanfaatan teknologi.
“Saya sungguh takjub dan sangat mengapresiasi. Sebab, pelajar mampu menampilkan karyanya mengikuti perkembangan teknologi yang ada dengan menggunakan barang bekas,” ujarnya.
Kegiatan semacam ini tidak seharusnya berhenti sebagai pameran sesaat. Edukasi memilah dan mengolah sampah perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh dari lingkungan sekolah, kemudian dibawa ke rumah dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Muhammad Fahmi, menjelaskan Gebyar Sumpah Pemuda 2026 diselenggarakan untuk menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Kegiatan ini melibatkan pelajar pendidikan anak usia dini (PAUD), SMP, SMA, SMK, hingga sekolah luar biasa (SLB). Mereka tampil melalui berbagai pertunjukan, seperti menari, menyanyi, peragaan busana, dan pantomim, serta memamerkan karya kreatif melalui stan yang menarik perhatian pengunjung.
Di antara beragam hasil karya itu, peta Indonesia dari tutup botol plastik berwarna dan miniatur ikan paus berbahan botol bekas menjadi gambaran konkret bagaimana sampah dapat diolah menjadi media pembelajaran yang menyenangkan.
Salah seorang siswa SMPN 51 Jakarta, Caesar Aprillio menuturkan dirinya bersama teman-temannya terlibat dalam pembuatan miniatur ikan paus tersebut. Karya itu mengangkat tema lautan Indonesia dengan memanfaatkan botol plastik dan tutup botol bekas sebagai bahan utama.
Dari botol plastik hingga kardus bekas, karya pelajar itu menyampaikan pesan sederhana: sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan juga bahan yang dapat diolah kembali. Melalui kreativitas di sekolah, semangat Sumpah Pemuda pun menemukan wujudnya dalam kepedulian terhadap lingkungan dan upaya membangun kebiasaan yang lebih bertanggung jawab.