Pelatihan Legislative Drafting UIN Malang: Pabriknya Calon Perumus Regulasi Indonesia

Pelatihan Legislative Drafting UIN Malang: Pabriknya Calon Perumus Regulasi Indonesia
Pelatihan legislatif drafting di UIN Malangtimes

Spektroom— Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Pelatihan Legislative Drafting guna membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis dalam merancang regulasi, Kamis ( 20/11/2025).

Kegiatan diikuti 71 mahasiswa sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi dalam penyusunan naskah akademik dan rancangan peraturan perundang-undangan.

Pembukaan acara dilakukan oleh moderator Nur Janani, S.HI., M.H., yang dilanjutkan dengan sambutan Ketua Prodi HTN (Siyasah), Dr. H. Musleh Harry, S.H., M.Hum., didampingi Sekretaris Prodi, Abd. Kadir, M.H.

Dalam sambutannya, Musleh Harry menegaskan bahwa kemampuan merancang regulasi merupakan keterampilan mendasar yang wajib dikuasai mahasiswa hukum.

“Mahasiswa tidak hanya harus memahami hukum, tetapi juga harus mampu memproduksi hukum. Pelatihan ini menjadi langkah nyata agar lulusan HTN mampu berperan dalam proses pembentukan regulasi, baik di lembaga legislatif, eksekutif, maupun sektor riset kebijakan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah dosen Fakultas Syariah seperti Prayudi Rahmatullah, S.HI., M.H., Yayuk Whindari, M.H., serta Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H., sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kompetensi akademik mahasiswa.

Memasuki sesi inti, moderator Imam Sukadi, S.H., M.H., mempersilakan narasumber utama, Dr. Indah Dwi Qurbani, S.H., M.H., akademisi Universitas Brawijaya (UB) Malang, untuk menyampaikan materi.

Dalam penyampaiannya, Dr. Indah menekankan pentingnya ketelitian dalam proses penyusunan regulasi agar mampu menjamin kepastian hukum dan efektivitas implementasi aturan.

“Regulasi tidak boleh hanya baik secara konsep—bahasa, asas, dan struktur sistematikanya juga harus presisi. Ketika rancangan peraturan disusun dengan benar, maka kepastian hukum dan keadilan masyarakat dapat diwujudkan secara lebih nyata,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang dinilai sangat aktif dan kritis. “Mahasiswa Fakultas Syariah UIN Malang menunjukkan minat yang tinggi. Diskusinya kritis, dan itu modal penting bagi calon perancang regulasi atau peneliti kebijakan di masa depan,” tambahnya.

Selama pelatihan, mahasiswa terlibat dalam diskusi interaktif mengenai teknik penyusunan pasal demi pasal, identifikasi landasan filosofis-sosiologis-yuridis, hingga simulasi pembuatan rancangan peraturan.

Beragam pertanyaan dan partisipasi aktif mewarnai sesi studi kasus yang menjadi bagian dari latihan praktis.

Pelatihan Legislative Drafting ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan Prodi HTN sebagai upaya memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tak hanya menguasai teori hukum, tetapi juga memiliki keterampilan teknis dalam penyusunan regulasi dan kebijakan publik

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс