Pelatihan Preseptor Perkuat Mutu Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

Pelatihan Preseptor Perkuat Mutu Pendidikan Profesi Apoteker Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
Peserta Pelatihan Universitas M.Nasir Bikittinggi Sumbar. (Foto: Win)

Spektroom - Sebagai upaya strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan Profesi Apoteker yang berorientasi pada kompetensi, etika, dan profesionalisme, Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi bekerja sama dengan Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (APTFI) Forum Wilayah I Sumatera menyelenggarakan Pelatihan Preseptor yang dilaksanakan selama dua hari, Senin-Selasa (9 dan 10/2/2026) di aula kampus.

Kegiatan pelatihan ini diikuti dosen serta praktisi farmasi dari berbagai institusi di Sumatera Barat, menghadirkan sejumlah narasumber nasional yang kompeten dan berpengalaman di bidang pendidikan serta praktik kefarmasian, yaitu Prof. Dr. Apt. Umi Athiyah, M.S., Prof. Dr. Apt. Fatma Sri Wahyuni, S.Si., Dr. Apt. Nilsya Febrika Zebua, M.Si., serta Apt. Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm.

Para narasumber memberikan penguatan materi terkait peran strategis preseptor, pendekatan pedagogik klinik, penilaian kompetensi mahasiswa profesi, hingga etika dan komunikasi profesional dalam pelayanan kefarmasian.

Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Afridian Wirahadi Ahmad, S.E., M.Sc., Ak., CA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari ikhtiar institusi dalam menghadirkan pendidikan profesi apoteker yang bermutu, berkarakter, dan selaras dengan nilai-nilai keislaman.

Afridian Wirahadi Ahmad menegaskan bahwa preseptor memiliki posisi kunci sebagai teladan (uswah hasanah) dalam membimbing mahasiswa, tidak hanya pada aspek keilmuan, tetapi juga sikap dan akhlak profesional.

Lebih lanjut, Afridian Wirahadi Ahmad berharap pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari ini tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata dalam proses pendampingan mahasiswa profesi apoteker di lahan praktik.

Menurutnya, penguatan kompetensi pedagogik, komunikasi interpersonal, serta manajemen konflik menjadi kebutuhan mendesak agar proses pembelajaran klinik berjalan efektif, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Afridian Wirahadi Ahmad juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan praktisi lapangan sebagai fondasi utama dalam mencetak apoteker yang unggul, berintegritas, serta mampu menjawab tantangan pelayanan kefarmasian yang semakin kompleks di masa depan.

Sinergi tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat rahmatan lil ‘alamin dalam pengembangan sumber daya manusia kesehatan, ucap Afridian Wirahadi Ahmad.

Sementara itu, melalui pemaparan para narasumber, peserta mendapatkan wawasan komprehensif mengenai standar nasional pendidikan profesi apoteker, peran preseptor sebagai pendidik klinik, serta strategi pembinaan mahasiswa agar memiliki kompetensi klinik yang kuat dan etika profesi yang kokoh. Diskusi interaktif yang berlangsung selama pelatihan diharapkan dapat memperkaya pengalaman dan praktik terbaik (best practices) bagi para peserta.

Menutup rangkaian sambutannya, Rektor Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada APTFI Forum Wilayah I Sumatera serta seluruh narasumber atas kontribusi keilmuan dan dedikasi yang diberikan.

Afridian Wirahadi Ahmad berharap pelatihan preseptor ini dapat menjadi program berkelanjutan dalam penguatan mutu pendidikan farmasi, sekaligus memperkokoh peran Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mencetak tenaga kefarmasian profesional, berakhlak, dan berdaya saing nasional, harapnya. (Rita-Win)

Berita terkait

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Kapolda Sumbar: Police Women Run IV-2026 Bukan Sekadar Lari, Tapi Napak Tilas Sejarah dan Kebersamaan

Bukittinggi-Spektroom : Police Women Run IV-2026 yang digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Minggu (27/9/2026), tidak sekadar menjadi ajang olahraga, tetapi juga momentum mengenang sejarah perjalanan Polisi Wanita (Polwan) di Indonesia sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat. Mengusung tema “Run The Culture”, kegiatan tersebut membawa pesan tentang hidup sehat,

Wiza Andrita, Rafles
Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Waspada Gelombang Tinggi 1,25 - 2,5 Meter Pada Sejumlah Perairan di Maluku Utara, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

Ternate-Spektroom : Sejumlah perairan di wilayah Provinsi Maluku Utara masih diprediksi mengalami gelombang tinggi yang harus diwaspadai akibat pengaruh angin kencang. Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di Wilayah Maluku Utara dalam empat hari ke

Nanang Adrany, Anggoro AP
ссс