Trending

Pembangunan Hukum Nasional Perlu Akomodasi Nilai Kearifan Lokal

Pembangunan Hukum Nasional Perlu Akomodasi Nilai Kearifan Lokal
Foto : Direktur PPs UMI Makasar menjadi narasumber kuliah tamu di Unismuh Luwuk Sulawesi Tengah ( Humas Unismuh Luwuk Sulteng )

Luwuk - Sulteng - Spektroom : Direktur Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI), Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum., menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Tamu yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulawesi Tengah, Kamis (22/10/2026).

Kuliah Tamu Mengangkat tema “Pembangunan Hukum Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal”, kegiatan akademik ini menjadi momentum penting dalam memperkuat diskursus mengenai arah pembangunan hukum nasional yang berkeadilan, adaptif terhadap perkembangan masyarakat, serta berakar pada nilai-nilai budaya bangsa.

Dalam pemaparan materinya, Prof. La Ode Husen menekankan pembangunan hukum nasional tidak semestinya hanya bertumpu pada pendekatan normatif dan formalistik, tetapi juga perlu mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.

Hukum bukan sekadar seperangkat peraturan tertulis yang mengatur kehidupan masyarakat, melainkan juga harus mencerminkan nilai sosial, budaya, dan prinsip keadilan yang menjadi identitas bangsa IndonesiaLebih lanjut, ia menguraikan konsep hukum refleksif (reflexive law) sebagai paradigma pembangunan hukum modern yang menekankan partisipasi masyarakat, tanggung jawab sosial, transparansi, serta perlindungan lingkungan. Pendekatan ini mendorong hukum berperan tidak hanya sebagai instrumen pengaturan, tetapi juga sebagai fasilitator pembangunan berkelanjutan.

Prof. La Ode Husen juga menyoroti pentingnya pengakuan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat, perlindungan ekosistem, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan sumber daya alam demi menjamin keadilan bagi generasi sekarang dan mendatang.

Kegiatan kuliah tamu ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pertukaran gagasan akademik antarputerguruan tinggi, sekaligus menunjukkan kontribusi Program Pascasarjana UMI dalam pengembangan ilmu hukum dan pembangunan hukum nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir pemahaman dan pemikiran hukum yang mampu menjawab tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas dan kekuatan bangsa Indonesia.

Berita terkait

Tutup Festival Literasi Jeneponto 2026, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan: Apresiasi Kreativitas Anak Sejak Dini

Tutup Festival Literasi Jeneponto 2026, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan: Apresiasi Kreativitas Anak Sejak Dini

Jeneponto–Spektroom : Festival Literasi Jeneponto Tahun 2026 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Taufik, S.Sos., M.M., di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jeneponto, Kamis (29/10/2026). Penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian festival yang berlangsung selama tiga hari, sejak 27 hingga 29 Oktober

Yahya Patta, Rafles
Pemulihan DAS Banjaran, Unsoed Dorong Perlindungan Sumber Air di Lereng Slamet

Pemulihan DAS Banjaran, Unsoed Dorong Perlindungan Sumber Air di Lereng Slamet

Banyumas-Spektroom : Kelestarian hutan di lereng Gunung Slamet menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air dan mengurangi risiko bencana lingkungan di wilayah Banyumas. Karena itu, pemulihan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Banjaran perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Universitas Jenderal Soedirman

Bian Pamungkas