Pembangunan Tol Semarang - Demak Berjalan Sesuai Target Selesai Tahun 2027
Semarang – Spektroom :Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo meninjau langsung proyek pembangunan jalan Tol Semarang - Demak Seksi 1 Kaligawe - Sayung yang terintegrasi dengan tanggul laut, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Menteri Dody, proyek yang dibangun di kawasan pesisir dan laut itu membutuhkan proses konsolidasi tanah secara sempurna sebelum pekerjaan timbunan dilanjutkan ke tahap berikutnya.
“Alhamdulillah sudah bagus. Memang tidak bisa dipercepat juga, karena ada beberapa tahapan yang harus menunggu, misalnya pemampatan lahan itu harus benar-benar mampat, baru boleh ditumpuk lagi supaya benar-benar padat sempurna,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody memastikan progres pembangunan telah berjalan sesuai rencana. Hal ini disebabkan proyek tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, mulai Pemerintah Daerah, kontraktor atau penyedia jasa, hingga masyarakat sekitar.
"Untuk progres sudah 79,4 persen. Sebenarnya sudah on the track. So far, bagus kok. Semua pihak support penuh, tidak ada masalah. Semua penyedia jasa lokal maupun yang dari luar juga masih semangat tinggi," tuturnya.
Menteri Dody menjelaskan, pembangunan tanggul di kawasan Sayung telah memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir. Dengan tanggul yang sudah berdiri, kawasan tersebut dilaporkan tidak lagi mengalami banjir seperti sebelumnya.

Menteri Dody pun menargetkan proyek ini rampung pada akhir 2027 dan diharapkan sudah dapat difungsionalkan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2027. “Targetnya sih akhir 2027 selesai, mudah-mudahan bisa lebih cepat. Kita upayakan. Paling tidak nanti di Nataru 2027 bisa difungsionalkan,” harapnya.
Sementara itu, PPK Pengawasan pada Satker Pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak, Prasetyo Arief, menjelaskan pada Paket 1A, pekerjaan di kawasan Kaligawe dan Sayung telah memasuki tahap akhir. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jembatan Kaligawe, jalan layang, serta pekerjaan jalan dan fasilitas pendukung.
Pekerjaan Paket 1B masih harus memperhatikan tahapan perbaikan tanah, termasuk proses preloading dan masa tunggu konsolidasi yang direncanakan berlangsung total 425 hari untuk menjaga kestabilan tanah sebelum konstruksi dilanjutkan.
Adapun Paket 1C meliputi pembangunan Kolam Retensi Terboyo seluas 189 hektare dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare, berikut rumah pompa dan saluran pendukung. Sistem ini dirancang untuk menampung aliran air dari sejumlah sungai dan mengalirkannya ke laut melalui Sungai Babon dengan bantuan pompa.