Pemeriksaan Kesehatan Pelajar Secara Gratis Upaya Mendeteksi Sejak Dini Kondisi Prapenyakit
Jakarta-Spektroom : Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Sugiono, meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/10/2026).
Kunjungan kerja didampingi Wali Kota Administrasi Jakarta Timur Munjirin dan Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Timur Arief Wahyudy. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik sebagai upaya mendeteksi secara dini faktor risiko, kondisi prapenyakit, serta penyakit pada anak usia sekolah.
Pelaksanaan CKG Sekolah di SMPN 202 yang berlangsung 13–15 Oktober menyasar 787 siswa. Jumlah tersebut terdiri dari 247 siswa kelas VII, 288 siswa kelas VIII, dan 252 siswa kelas IX. Pelaksanaan CKG sekaligus juga dilakukan pengintensifan pelacakan atau tracing TB (tuberculosis).
Rangkaian pemeriksaan CKG meliputi registrasi, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah, serta pemeriksaan darah berupa gula darah sewaktu bagi siswa yang berisiko. Selain itu, dilakukan pemeriksaan anemia bagi remaja putri kelas VII dan IX serta remaja putra kelas VII.
Pemeriksaan juga mencakup skrining dan konsultasi dokter, antara lain pemeriksaan serumen (kotoran) telinga, kulit, gigi, dan mulut. Selanjutnya, peserta didik mendapatkan layanan konsultasi psikolog, tes penglihatan, tes pendengaran, serta pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan.
“Melalui pelaksanaan program CKG ini, kondisi kesehatan peserta didik diharapkan dapat diketahui sejak dini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan, kita harus sehat,"Kata Menko PMK Sugiono.(15/10/2026).
Program CKG Sekolah tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga menekankan tindak lanjut berdasarkan hasil skrining. Peserta didik dengan hasil pemeriksaan normal diberikan edukasi untuk mempertahankan perilaku hidup sehat.
Sementara itu, peserta didik yang memiliki faktor risiko atau ditemukan mengalami masalah kesehatan akan memperoleh edukasi, intervensi, tata laksana, dan rujukan sesuai indikasi. Pemantauan selanjutnya dilakukan oleh tenaga kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan terkait.
Selain program CKG Sekolah, pelayanan Cek Kesehatan Gratis secara umum di Jakarta Timur juga terus diperkuat. Dengan sasaran penduduk sebanyak 3.252.176 jiwa, capaian pelayanan CKG tercatat sebesar 36,96 persen.
“Capaian ini menunjukkan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah terus diperluas melalui koordinasi antara Puskesmas dan satuan pendidikan di wilayah Jakarta Timur,” Jelas Sugiono
Upaya peningkatan cakupan pelayanan CKG akan terus dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan optimalisasi peran Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Melalui program ini, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, satuan pendidikan, dan keluarga diharapkan dapat memastikan setiap peserta didik memperoleh pemeriksaan kesehatan serta tindak lanjut yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang yang sehat dan optimal.