Pemkab Banyumas dan UNU Purwokerto Sepakati Kolaborasi untuk Perkuat Pembangunan Daerah
Banyumas-Spektroom ; Pemerintah Kabupaten Banyumas dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
Kesepakatan ditandatangani Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono bersama Rektor UNU Purwokerto Achmad Iqbal di Aula Kantor PCNU Kabupaten Banyumas, Selasa (11/8/2026).
Bupati Sadewo mengatakan kerja sama perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dibutuhkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Menurutnya, persoalan peningkatan mutu pendidikan, penguatan daya saing ekonomi, pemanfaatan teknologi digital hingga pemberdayaan masyarakat desa membutuhkan dukungan dari kalangan akademisi.
“Tantangan-tantangan ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi,” kata Sadewo.
Ia menilai UNU Purwokerto yang telah sekitar sembilan tahun hadir di Banyumas memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi.
Selain mencetak lulusan, perguruan tinggi juga diharapkan mampu menghasilkan riset, inovasi, dan program pengabdian yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Sadewo meminta kesepakatan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan. Masing-masing pihak diminta segera menerjemahkannya ke dalam program yang terukur dan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
“Setelah penandatanganan ini, saya minta masing-masing pihak segera menindak lanjutinya dalam bentuk program dan kegiatan yang terukur, sesuai bidang dan kebutuhan yang disepakati,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNU Purwokerto Achmad Iqbal mengatakan kampusnya siap berkontribusi lebih jauh dalam pembangunan Banyumas.
Saat ini UNU Purwokerto mengelola tiga fakultas dengan 21 program studi dan memiliki sekitar 2.500 mahasiswa. Salah satu program studi yang menjadi unggulan adalah Sains Lingkungan.
Menurut Iqbal, mahasiswa UNU Purwokerto juga berasal dari beragam latar belakang, termasuk penerima beasiswa asal Papua.
Kampus tersebut juga menjalankan model Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis pesantren yang terintegrasi dengan program prioritas di tingkat desa dan kecamatan.
“Kami menyadari betul bahwa perguruan tinggi harus hadir di tengah-tengah masyarakat dan memberikan solusi nyata yang berdampak langsung,” ujar Iqbal.
Melalui kerja sama tersebut, UNU Purwokerto berharap program prioritas Pemkab Banyumas dapat dipadukan dengan kegiatan riset, magang, dan KKN mahasiswa sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.