Pemkab Keerom Salurkan Insentif Tambahan Bagi Para Guru di Wilayah 3T
Keerom-Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom Provinsi Papua, menyalurkan Insentif Tambahan Penghasilan bagi Guru dan Tenaga Pengajar di wilayah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T).
Penyaluran dilakukan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager di SMP Negeri 1 Senggi, Kampung Senggi, Distrik Senggi, Senin, 31 Agustus 2026 dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Keerom, Kepala Distrik Senggi, Kepala Kampung, kepala sekolah, dan guru penerima insentif.
Penyaluran insentif diprioritaskan bagi guru yang mengabdi di wilayah 3T yakni Distrik Senggi, Arso Timur, Waris, Kaisenar, Web, Yaffi dan Distrik Towe dengan total anggaran sebesar Rp1,4 miliar, bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU)untuk pembayaran periode Januari-Mei 2026.
Bupati Piter Gusbager mengatakan penyaluran insentif ini merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam mendukung kesejahteraan guru dan meningkatkan mutu pendidikan di daerah perbatasan.
"Pemkab Keerom hari ini menyalurkan insentif bagi Guru ASN, PPPK dan Tenaga Honor di wilayah 3T," katanya, Senin (31/8/2026).
Bupati menegaskan guru memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia dan oleh sebab itu guru sering disebut debut sebagai orang hebat, disamping gelar pahlawan tanpa tanda jasa yang disematkan kepada profesi seorang guru.
"Guru-guru adalah orang yang hebat, tanpa guru, masa depan bangsa ini tidak akan pasti tanpa jerih payah seorang guru yang biasa disebut pula debagai Pahlwan tanpa tanda jasa Tetaplah berjuang untuk masa depan generasi Keerom yang lebih baik," tandas Piter.
Bupati 2 Periode ini juga membuka peluang kenaikan insentif di tahun 2027 jika kinerja guru dan tenaga pengajar di wilayah 3 T meningkat.
"Kita kasih insentif hari ini, lalu kita lihat ada peningkatan kinerja, maka tahun depan mungkin kita akan naikkan," tambahnya.
Setelah 22 tahun Kabupaten Keerom berdiri, potret pendidikan di tapal batas masih belum sesuai harapan dan hal itu tentu banyak faktor yang mempengaruhi hingga pendidikan belum beres, salah satunya berkaitan dengan kesejahteraan guru. Untuk itulah pemberian insentif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru," tutup Bupati Keerom.