Pemkab Keerom Terbitkan Surat Edaran Siaga Satu Ancaman Karhutla
Keerom-Spektroom : Pemkab Keerom Provinsi Papua, melakukan langkah antisipasi dini ancaman Karhutla akibat kemarau El Nino di wilayah perbatasan itu. Bahkan Bupati Keerom Piter Gusbager menerbitkan Surat Edaran siaga satu untuk seluruh pemangku kepentingan dari tingkat kampung hingga kabupaten.
.
Dalam edaran tersebut, warga diimbau menghentikan pembakaran lahan dan membuang puntung rokok sembarangan guna mencegah bencana kabut asap serta menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Gusbager menegaskan bahwa dirinya bakal menerbitkan Surat Edaran Bupati guna menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat kampung, distrik, hingga kabupaten, untuk berada pada posisi siaga satu.
"Kita harus hati-hati, mewaspadai titik-titik api di wilayah ini. Bahan-bahan bakar beberapa waktu ini akibat El Nino sudah ada di mana-mana," kata Bupati Keerom dalam rilisnya diterima jurnalis Spektroom Rabu,26 Juli 2026.
Ia juga menyoroti dua aktivitas fatal yang berpotensi kuat memicu bencana kabut asap di Keerom, yakni praktik penyiapan lahan pertanian dengan menggunakan metode pembakaran serta kebiasaan membuang puntung rokok secara sembarangan.
Begitu pula, melalui dinas-dinas teknis terkait, Pemkab Keerom mulai mengintensifkan program edukasi dan sosialisasi pencegahan agar tidak ada warga yang memanfaatkan media api dalam pembukaan kawasan perkebunan.
"Di seluruh Keerom perlu diwaspadai saat pembakaran lahan dan penggunaan puntung rokok," tegas Gusbager.
Menurutnya mitigasi sejak dini ini menjadi faktor penentu keselamatan ekosistem vegetasi Keerom guna menjamin stabilitas kualitas udara dan kesehatan masyarakat di area perbatasan tetap terjaga dari bahaya paparan polusi asap karhutla.
Kepada seluruh lini masyarakat beserta pelaku usaha swasta untuk menghentikan penggunaan api di kawasan lahan terbuka yang rawan terbakar.
"Kepada pemangku kepentingan, Kepala Distrik, Kepala Kampung, pelaku bisnis, mari kita jaga hutan dan lahan kita agar bebas dari bahaya kebakaran yang sedang mengancam wilayah Keerom," tutup Bupati.