Pemkab Lumajang Waspadai Perkembangan Penyakit Pernapasan

Pemkab Lumajang Waspadai Perkembangan Penyakit Pernapasan
Sosialisasi kesehatan di kabupaten Lumajang. (Foto : Dok. Ilustrasi)

Lumajang-Spektroom : Perkembangan penyakit pernapasan masyarakat di kabupaten Lumajang terus dipantau agar perubahan kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih awal dan pelayanan kesehatan dapat menyesuaikan dengan perkembangan yang ditemukan di lapangan.

Pemantauan dilakukan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terhadap sejumlah penyakit pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia. Sementara pemantauan Influenza-Like Illness (ILI) dilakukan setiap minggu melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang, dr. Marshall Trihandono, mengatakan surveilans dilakukan secara berkesinambungan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian penyakit.

“Surveilans tetap berjalan secara rutin. Kita tidak menunggu sampai terjadi peningkatan kasus, tetapi terus memantau perkembangan sejak dini agar perubahan pola penyakit dapat segera diketahui,” ujar Marshall, Selasa (22/9/2026).

Pemantauan secara berkelanjutan tersebut memungkinkan Dinas Kesehatan melihat perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian, kewaspadaan dapat diperkuat melalui pelaporan dan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan.

Dengan pendekatan tersebut, upaya menghadapi penyakit pernapasan tidak hanya dilakukan ketika jumlah kasus meningkat. Pemantauan dilakukan sebagai bagian dari kesiapsiagaan agar perubahan kondisi dapat diketahui dan direspons sesuai kebutuhan.

Kesiapan tersebut juga berkaitan dengan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberikan pelayanan. Ketersediaan obat-obatan, alat pelindung diri (APD), oksigen, serta sarana pendukung lainnya menjadi bagian yang diperhatikan untuk mendukung pelayanan sesuai kondisi masyarakat.

Kesiapan logistik tidak berarti seluruh kebutuhan akan digunakan dalam setiap kondisi. Namun, pemantauan ketersediaan menjadi bagian dari upaya memastikan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki dukungan yang diperlukan ketika pelayanan membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam upaya kewaspadaan. Dinas Kesehatan mengimbau warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta membiasakan etika batuk dan bersin.

Marshall juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan keluhan gangguan pernapasan yang menetap atau semakin berat.

“Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap menjaga kewaspadaan. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan etika batuk dan bersin. Jika muncul keluhan yang menetap atau kondisi semakin berat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Pesan tersebut menempatkan kewaspadaan sebagai bagian dari keseharian, bukan sebagai respons ketika terjadi peningkatan kasus. Masyarakat dapat mengambil langkah sederhana untuk menjaga kesehatan, sementara pemerintah memperkuat pemantauan dan kesiapan pelayanan. (Sumber: Diskominfo Lumajang)

Berita terkait

Provinsi Lampung Telah Miliki Satu Data Daerah Yang Terintegrasi Dengan Portal PELITA Kemendagri

Provinsi Lampung Telah Miliki Satu Data Daerah Yang Terintegrasi Dengan Portal PELITA Kemendagri

Jakarta - Spektroom: Kementrian Dalam Negri bersama Kementerian Sosial menggelar Forum Satu Data Pemerintahan Dalam Negri (SDPDN) bagi Pemerintah Daerah Tahun 2026, berlangsung secara daring dan luring diikuti oleh Sekretaris Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan mengikutinya secara daring dari ruang kerjanya. Sekretaris Daerah

Anggoro AP