Pemkab Sleman Terima Tiga Sertifikat Warisan Budaya Takbenda
Yogyakarta-Spektroom : Pemerintah Kabupaten Sleman menerima tiga sertifikat penetapan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Penyerahan sertifikat berlangsung dalam puncak Bulan Warisan Dunia DIY bertajuk “Manjing Ajur-Ajer” Jogja Heritage Alive 2026 di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan DIY, Sabtu (29/8/2026).
Sertifikat WBTb tahun penetapan 2025 tersebut diterima Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa yang hadir mewakili Bupati Sleman.
Tiga karya budaya khas Sleman yang ditetapkan sebagai WBTb nasional yakni seni pertunjukan Reog Keprajuritan, Kesenian Sruntul, dan tradisi kuliner Bebek Bacem Nglengis.
Danang Maharsa menyampaikan apresiasi atas penetapan tersebut. Menurutnya, pengakuan sebagai WBTb diharapkan tidak hanya menjadi penghargaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk terus merawat dan menghidupkan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini saya mewakili Bupati dan Kabupaten Sleman menerima tiga sertifikat kategori warisan budaya takbenda, yaitu Kesenian Sruntul, kuliner Bebek Bacem Nglengis, dan Reog Keprajuritan,” ujar Danang.
“Semoga dengan sertifikat ini menjadikan kabupaten yang budayanya semakin maju, dapat hidup di tengah masyarakat, karena budaya merupakan perekat persatuan,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan penyerahan sertifikat tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Warisan Dunia DIY. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mengenalkan dan merawat berbagai warisan budaya Indonesia yang mendapat pengakuan UNESCO.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak awal Agustus hingga puncak acara pada 29 Agustus 2026. Sejumlah kegiatan digelar, antara lain workshop batik, pameran jamu, unjuk karya kebaya, dan pertunjukan seni rakyat.
Dalam arahannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa penyerahan 84 sertifikat WBTb se-DIY merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanat moral kepada masyarakat.
Menurut Sultan, keberlangsungan budaya sangat bergantung pada masyarakat yang terus menghidupkannya. Karena itu, warisan budaya tidak seharusnya hanya ditampilkan ketika ada perayaan, tetapi perlu hadir dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pariwisata, ekonomi lokal, hingga tata ruang kampung.
Reog Keprajuritan Sleman merupakan seni pertunjukan rakyat khas gaya Yogyakarta yang menggambarkan kedisiplinan dan ketangkasan prajurit kerajaan. Kesenian ini ditampilkan dengan gerakan tegas dan dinamis, formasi baris-berbaris, busana prajurit, serta iringan musik tradisional seperti kendang dan gong.
Sementara Kesenian Sruntul merupakan drama tari dan seni pertunjukan rakyat yang tumbuh di masyarakat pedesaan Sleman. Pertunjukan ini memadukan tari, teater kerakyatan, dan musik tradisional dengan mengangkat lakon serta cerita rakyat lokal.
Adapun Bebek Bacem Nglengis merupakan kuliner khas Padukuhan Nglengis, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman. Hidangan tersebut memiliki cita rasa manis dan gurih dengan teknik pengolahan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.