Pemkot Ambon Apresiasi QRIS Jelajah Kuliner 2026, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital
Ambon -Spektroom: Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi atas dipercayakannya Kota Ambon sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Kick-Off QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 untuk wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (SULAMPUA).
Sekretaris Daerah Kota Ambon, Roby Sapulette, menyambut hangat para delegasi dan peserta dari 10 provinsi di wilayah SULAMPUA yang hadir di Natsepa Resort, Suli, Senin (24/8/2026).
Menurut Roby, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi transaksi pembayaran digital, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, serta kekayaan kuliner Kota Ambon ke tingkat nasional.
“Pemerintah Kota Ambon mendukung penuh langkah Bank Indonesia dalam memperluas akseptasi dan literasi pembayaran digital. Kehadiran kegiatan ini di Ambon menjadi dorongan positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi para pelaku UMKM dan sektor pariwisata,” ujar Roby.
Peningkatan penggunaan QRIS di wilayah SULAMPUA menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga akhir Semester I/2026, volume transaksi QRIS di kawasan tersebut mencapai 344 juta transaksi, dengan jumlah pengguna sekitar 3,7 juta dan merchant mencapai 3,3 juta.
Khusus di Provinsi Maluku, transaksi QRIS telah mencapai 7,9 juta transaksi dengan lebih dari 117 ribu merchant, yang sebagian besar berasal dari kalangan pelaku UMKM.
Meski terus tumbuh, peningkatan literasi keuangan digital masih menjadi tantangan yang membutuhkan sinergi berbagai pihak. Karena itu, program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 dinilai menjadi langkah kreatif untuk memperluas pemahaman sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan pembayaran digital.
Mengusung tema “Jelajahi Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS”, kegiatan ini juga mendorong generasi muda mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mempercepat transformasi digital.
Pemkot Ambon berharap seluruh rangkaian kegiatan di Maluku hingga berlanjut ke Sulawesi Selatan dapat berjalan sukses. Selain mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi digital, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, perbankan, penyedia jasa pembayaran, serta pelaku UMKM.
Bagi Kota Ambon, momentum tersebut sekaligus menjadi peluang memperkenalkan kuliner dan potensi pariwisata daerah melalui pendekatan ekonomi digital yang semakin inklusif.(EM)