Pemkot Pontianak akan Revisi Operasional Kendaraan Tronton dan Truck

Pemkot Pontianak akan  Revisi Operasional Kendaraan Tronton dan Truck
Pemkot Pontianak Revisi Operasional Kendaraan Tronton dan Truck didalam kota. Foto : Dok Diskominfo kota Pontianak.

Spektroom - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana merevisi Peraturan Wali Kota (Perwa) Nomor 48 Tahun 2016 tentang jam operasional kendaraan angkutan berat.

Revisi ini dilakukan sebagai langkah penyesuaian terhadap meningkatnya volume kendaraan dan kebutuhan distribusi logistik, terutama barang pokok dan kebutuhan masyarakat di Kota Pontianak serta wilayah Kalimantan Barat (Kalbar).

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pembahasan revisi tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait, antara lain asosiasi angkutan ALFI, ILFA, Asperindo, Aptrindo, KSOP, serta jajaran Dirlantas Polda Kalbar, Kapolresta Pontianak, Denpom AL-AD, dan Dinas Perhubungan Provinsi serta Kota Pontianak.

“Jam operasional ini penting karena berhubungan langsung dengan kelancaran distribusi barang, terutama sandang dan pangan yang berdampak pada perekonomian daerah,” ujarnya usai memimpin rapat koordinasi pembahasan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kota Pontianak di Ruang Rapat Kantor Wali Kota, Rabu (08/10/2025).

Selain membahas revisi aturan, rapat juga mengevaluasi kondisi transportasi angkutan berat seperti trailer, kontainer, dan truk yang beroperasi di wilayah Kota Pontianak, termasuk masalah antrean panjang kendaraan di SPBU yang kerap menyebabkan kemacetan.

Dari hasil pembahasan, Pemkot meminta asosiasi angkutan agar mengimbau para pemilik kendaraan untuk memastikan armadanya layak jalan, mulai dari kelengkapan rambu kendaraan, kondisi ban, pengaman kolong, hingga aspek keselamatan lainnya.

Pemkot Pontianak juga akan menertibkan titik-titik parkir kendaraan berat yang dianggap mengganggu arus lalu lintas. Menurut Edi, lahan parkir di Pontianak sangat terbatas sehingga tidak memungkinkan adanya parkir liar di tepi jalan.

Terkait antrean di SPBU, Pemkot akan berkoordinasi dengan Pertamina, BPH Migas, serta pengelola SPBU untuk mengatur jam pelayanan agar tidak menimbulkan kemacetan dan potensi kecelakaan.

"Kalau semua taat aturan, disiplin, sabar dan memiliki kelengkapan seperti SIM serta perlengkapan kendaraan yang dipersyaratkan, tentu akan aman di jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak Yuli Trisna Ibrahim menegaskan bahwa evaluasi terhadap Perwa Nomor 48 Tahun 2016 memang sudah mendesak dilakukan.

"Perwa Nomor 48 Tahun 2016 ini sudah hampir 10 tahun, jadi memang sudah waktunya dievaluasi,” katanya.

Berdasarkan data Korlantas, jumlah kendaraan di Kota Pontianak kini mencapai sekitar 926 ribu unit, dengan pertumbuhan kendaraan roda dua mencapai 3.000 unit per bulan.

“Hampir 70 persen kendaraan di Kalbar itu ada di Kota Pontianak Sementara pertumbuhan jalan tidak bertambah, karena lahan terbatas dan tidak bisa dilebarkan,” jelasnya.

Menurut Trisna,kondisi tersebut menuntut adanya pengaturan baru agar lalu lintas tetap tertib tanpa menghambat aktivitas ekonomi.(Apolonius Willy).

Editor : Biantoro

Berita terkait

Sebanyak 51 ASN se Indonesia Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Jawa Tengah

Sebanyak 51 ASN se Indonesia Mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Jawa Tengah

Semarang-Spektroom : Sebanyak 51 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, hingga kabupaten/kota di Indonesia, memgikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II Angkatan XXVIII. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, membuka PKN II Angkatan XXVIII, di Kampus BPSDMD Jawa Tengah, Senin (3/8/2026). Dalam sambutannya Gubernur Luthfi mendorong

Sigit Budi Riyanto, Bian Pamungkas
Walikota Ambon Ajak GBI Perkuat Spiritualitas Umat demi Ambon yang Damai dan Bebas Stigma Konflik

Walikota Ambon Ajak GBI Perkuat Spiritualitas Umat demi Ambon yang Damai dan Bebas Stigma Konflik

Ambon-Spektroom : Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengajak seluruh jajaran Gereja Bethel Indonesia (GBI) Maluku untuk terus memperkuat kehidupan rohani umat sekaligus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga persatuan, toleransi, dan kedamaian di Kota Ambon. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kantor Badan Pengurus Daerah (BPD) GBI

Eva Moenandar, Bian Pamungkas
Kemenag Morotai Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Kerukunan Umat Beragama

Kemenag Morotai Perkuat Sinergi Lintas Sektor Jaga Kerukunan Umat Beragama

Morotai-Spektroom : Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai menegaskan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor untuk menjaga kerukunan umat beragama dan mengantisipasi potensi persoalan yang dapat mengganggu ketenteraman masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pulau Morotai, H. Abdurachman Assagaf, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pemetaan dan Deteksi Awal terhadap Aliran Kepercayaan

Nanang Adrany, Bian Pamungkas
ссс