Pemprov Jakpus Genjot Pemilahan Sampah Target Partisipasi Warga 50 Persen
Jakarta – Spektroom: Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pelaksanaan pemilahan sampah dari sumbernya guna mencapai target 50 persen partisipasi masyarakat. Saat ini, tingkat partisipasi warga dalam memilah sampah di 44 kelurahan se-Jakarta Pusat baru mencapai sekitar 30 persen.
Menurut, Arifin, upaya mencapai target tersebut harus dilakukan secara serius melalui pengawasan yang lebih ketat dan berkelanjutan. Pemilahan sampah tidak hanya diterapkan di lingkungan permukiman, tetapi juga wajib dilaksanakan di berbagai sektor, mulai dari perkantoran, hotel, pasar tradisional, hingga pusat perbelanjaan.
"Persoalan pengelolaan sampah kini menjadi tantangan besar bagi Jakarta, terutama karena kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang yang semakin terbatas. Kondisi tersebut menjadi peringatan agar seluruh wilayah memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.
"Sudah ada alarm bahwa Bantar Gebang tidak bisa lagi menampung sampah seperti dulu. Karena itu, pemilahan sampah wajib dilakukan langsung dari sumbernya, yaitu di rumah tangga. Saya ingin memastikan pelaksanaan pemilahan sampah benar-benar berjalan di seluruh wilayah, mulai dari tingkat kelurahan hingga RT dan RW," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Untuk memastikan program berjalan optimal, Arifin, meminta seluruh jajaran pemerintah kota, khususnya camat dan lurah, aktif melakukan monitoring terhadap pelaksanaan pemilahan sampah di wilayah masing-masing. Evaluasi dilakukan secara berkala agar kendala di lapangan dapat segera diatasi dan tingkat partisipasi masyarakat terus meningkat.
"Saya menginstruksikan seluruh kantor pemerintahan di lingkungan Kota Administrasi Jakarta Pusat agar menjadi contoh dalam pengelolaan sampah. Seluruh kantor lurah, kecamatan, hingga unit kerja perangkat daerah diwajibkan menerapkan pemilahan sampah organik dan anorganik serta mengatur proses pengeluaran sampah sesuai ketentuan," tandasnya.
Menurutnya, keteladanan dari aparatur pemerintah menjadi langkah penting untuk membangun budaya memilah sampah di tengah masyarakat. Dengan demikian, warga dapat melihat langsung bahwa kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten oleh pemerintah.
"Saya berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya target pengurangan sampah di Jakarta Pusat. Melalui pemilahan sejak dari sumber, volume sampah yang dikirim ke TPST Bantar Gebang dapat terus ditekan, sekaligus meningkatkan pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.
"Target kita adalah mewujudkan Jakarta Pusat sebagai wilayah zero waste. Baik sampah organik maupun anorganik harus dikelola dengan baik sehingga jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir semakin sedikit," tegasnya.