Pemprov Siapkan Panggung Perempuan dan Komunitas sambut Kunjungan Putri Mahkota Swedia ke NTB
Mataram-Spektroom : Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyiapkan kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria sebagai Goodwill Ambassador United Nations Development Programme (UNDP) awal September 2026 sebagai momentum untuk memperkenalkan wajah pembangunan NTB yang bertumpu pada perempuan, komunitas lokal, budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan, kunjungan tersebut tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Putri Mahkota Victoria diharapkan dapat melihat dan merasakan langsung bagaimana masyarakat menjadi bagian penting dari pembangunan di NTB.
“Ini adalah momentum agar Princess dapat melihat langsung kondisi dan kehidupan masyarakat di lapangan,” ujar Gubernur saat menerima Tim Kementerian Luar Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, dan UNDP di Kantor Gubernur NTB, Rabu (26/8/2026).
Salah satu wajah pembangunan NTB yang penting untuk diperlihatkan adalah peran perempuan dalam kehidupan masyarakat. Pemerintah Provinsi NTB, katanya, terus mendorong agar perempuan menjadi perhatian penting dalam kebijakan pembangunan, mulai dari pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi hingga penguatan masyarakat berbasis komunitas.
“NTB memiliki perhatian khusus kepada kaum perempuan. Ini sektor yang sangat krusial. Kita ingin menjadi provinsi yang memberikan prioritas kepada perempuan,” katanya.
Gubernur menyebut puluhan ribu kader Posyandu yang tersebar hingga ke desa-desa telah menjadi bagian penting dari sistem pelayanan berbasis masyarakat di NTB. Mereka bekerja langsung mendampingi keluarga, perempuan dan anak-anak serta membantu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan layanan pemerintah.
“Setiap desa memiliki kader. Mereka adalah institusi nyata yang bekerja membantu masyarakat dari bawah,” kata Miq Iqbal.
Selain Posyandu dan pelayanan kesehatan masyarakat, Pemprov NTB juga menyiapkan sejumlah lokasi yang dinilai dapat memperlihatkan keterhubungan antara pemberdayaan masyarakat, budaya dan konservasi lingkungan.
Salah satunya kawasan Gili Meno, tempat masyarakat lokal terlibat dalam berbagai upaya menjaga ekosistem laut, terumbu karang dan lingkungan pesisir. Putri Mahkota Victoria diharapkan dapat berdialog langsung dengan masyarakat mengenai peran komunitas dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun kehidupan ekonomi yang berkelanjutan.
Agenda kunjungan juga diarahkan ke Kabupaten Lombok Utara, termasuk kampung adat dan kawasan Hutan Adat Bayan. Gubernur menilai lokasi yang dipilih harus memiliki makna lebih dari sekadar destinasi wisata.
“Yang ingin kita tampilkan adalah hubungan antara masyarakat, budaya, lingkungan dan pembangunan. Kita ingin beliau melihat bahwa potensi lokal kita hidup karena dijaga oleh masyarakatnya,” ujarnya.
Bagi NTB, kunjungan Putri Mahkota Swedia Victoria menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Perempuan, komunitas, budaya dan lingkungan juga merupakan kekuatan yang menentukan arah masa depan daerah.
NTB pun ingin meninggalkan satu kesan sederhana dari kunjungan tersebut: Lombok bukan hanya indah untuk dilihat, tetapi memiliki masyarakat yang bekerja, menjaga, dan tumbuh bersama untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.