Penanganan Sungai Batang Baliang Solok Dipercepat Melalui Tiga Segmen Prioritas
Padang – Spektroom : Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan tanggap darurat pascabanjir bandang Sungai Batang Baliang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dengan membagi pekerjaan ke dalam tiga segmen prioritas.
Penanganan dilakukan dari hulu hingga hilir sungai, dengan fokus pada pembukaan alur, pembersihan material debris, pengendalian genangan, serta perkuatan tebing di lokasi yang berisiko terhadap fasilitas publik dan permukiman masyarakat.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Kementerian PU Reski Wahyudi mengatakan, penanganan tanggap darurat dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di masing-masing bagian sungai.
“Penanganan kami bagi menjadi tiga segmen, mulai dari hulu, bagian tengah yang berdekatan dengan kawasan permukiman, hingga hilir di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin. Pembagian ini dilakukan agar penanganan dapat lebih fokus sesuai kondisi lapangan dan risiko di masing-masing lokasi,” ujarnya di Padang,Minggu (27/9/2026)
Pada Segmen 1 di bagian hulu, tepatnya di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, pekerjaan difokuskan pada pembukaan alur sungai sepanjang 450 meter dan perkuatan tebing menggunakan boulder atau batu gajah sepanjang 480 meter.

Selanjutnya, pada Segmen 2 di bagian tengah sungai, pekerjaan difokuskan pada kawasan lingkungan perumahan dan Perumnas Griya Arosuka. Pekerjaan meliputi pembukaan alur sungai sepanjang 1.450 meter serta perkuatan tebing menggunakan boulder dan bronjong batu secara setempat sepanjang 2.900 meter.
Pembukaan alur pada segmen ini didukung 1 unit Excavator Standard PC 200. Penanganan di kawasan tengah menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko terhadap permukiman masyarakat yang berada di sekitar alur Sungai Batang Baliang.
Sementara itu, pada Segmen 3 di bagian hilir, tepatnya di sekitar Box Culvert Jalan Lingkar Pintu Angin, pekerjaan difokuskan pada pengeringan dan pembersihan material debris yang menyumbat aliran serta pembukaan alur sungai.
Sebagai langkah antisipasi terhadap potensi hujan dengan intensitas tinggi, Kementerian PU juga telah melakukan pembongkaran Box Culvert eksisting yang mengalami penyumbatan setelah berkoordinasi dengan instansi terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar aliran dan mengurangi risiko terjadinya genangan kembali.
Balai Teknik Sabo Kementerian PU merekomendasikan pembangunan dua Sabo Dam di Sungai Aie Baliang. Infrastruktur tersebut direncanakan untuk mengendalikan aliran debris, mengurangi kecepatan aliran, serta menjaga stabilitas dasar dan tebing sungai.
Pembangunan Sabo Dam diharapkan dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok dan permukiman masyarakat di sekitar sungai dari potensi bencana serupa di masa mendatang.
Untuk mendukung percepatan penanganan bencana, Kementerian PU juga membuka kanal pelaporan bagi masyarakat yang menemukan kondisi infrastruktur terdampak bencana atau membutuhkan penanganan terkait infrastruktur ke-PU-an. Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp Center Kementerian PU di nomor 0815-1000-0158.