Penantian Usai! 117 Huntara Resmi Diserahkan untuk Warga Agam

Penantian Usai! 117 Huntara Resmi Diserahkan untuk Warga Agam
Peresmian 117 unit Huntara di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam. (Foto: Kominfo Agam)

Spektroom - Pemerintah pusat dan daerah meresmikan 117 Hunian Sementara (Huntara) di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026).

Peresmian ini juga diikuti secara daring oleh Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Acara tersebut dihadiri Menko PMK Prof. Dr. Pratikno, Menteri Dalam Negeri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D, , Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah H. Mahyeldi Ansharullah, SP, MM., Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah , serta para pejabat terkait lainnya.

Menko PMK Pratikno mengatakan Huntara segera ditempati agar warga tidak terlalu lama di pengungsian.

“Hari ini Huntara mulai ditempati supaya masyarakat bisa kembali hidup lebih normal, kami mengucapkan terimakasih kepada kepada para korban bencana yang sabar menunggu hunian sementara ini selesai” ujarnya.

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi percepatan pembangunan Huntara.

“Huntara ini sangat ditunggu dan menjadi solusi untuk mengurangi pengungsian,” kata Tito.

Di Kabupaten Agam tercatat 2.283 rumah rusak berat akibat bencana. Saat ini 558 warga telah menempati Huntara.

Pemerintah merencanakan pembangunan 612 unit Huntara dan 1.744 unit hunian tetap (Huntap) di tiga kecamatan dan lima lokasi seluas sekitar dua hektare.

Bupati Agam Ir. H. Benni Waris, M.M. menyebut bencana juga berdampak pada pertanian.

“Sekitar 1.700 hektare sawah masih tertimbun dan hampir 3.000 hektare terdampak gangguan irigasi,” ujarnya.

Peresmian ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam. (RRE/Rel)

Berita terkait

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Luthfi Bongkar Mentalitas “Buang Sampah, Pemerintah yang Urus”: WCD Diminta Jangan Sekadar Seremoni

Semarang- Spektroom: Sampah terus diproduksi, tetapi tanggung jawab mengurusnya masih kerap dilempar kepada pemerintah. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai pola pikir semacam itu harus diubah. Penanganan sampah, kata dia, tidak mungkin hanya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat, komunitas, dunia usaha hingga pemerintah daerah harus mengambil bagian sejak sampah dihasilkan. “Yang

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Pemkab Bogor Bongkar Kemiskinan dari Rumah ke Rumah: Satu Keluarga, Banyak Masalah

Bogor-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Bogor tak ingin pengentasan kemiskinan berhenti pada penurunan angka statistik. Pemerintah mulai membedah persoalan kemiskinan hingga tingkat keluarga untuk memastikan setiap program benar-benar menyasar masalah yang dihadapi warga. Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan kemiskinan kerap berjalan beriringan dengan persoalan lain. Satu keluarga miskin bisa

Asmari, Buang Supeno
ссс