Pengelola SPPG Diminta Perhatikan Selera Siswa Penerima MBG

Pengelola SPPG Diminta Perhatikan Selera Siswa Penerima MBG
Wakil Walikota Padang, Maigus Nasir menyerahkan paket MBG kepada salah seorang siswa. Foto: Diskominfo Kota Padang)

Spektroom - Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir meminta pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperhatikan selera siswa selaku penerima.

Menurut dia, dengan memastikan menu yang didapat sesuai dengan selaku penerima maka manfaat dari program MBG akan dapat dirasakan secara maksimal oleh siswa.

"Kepada SPPG menunya tolong diesuaikan dengan kesukaan anak-anak. Seperti ada yang kami temui anak-anak di sat sekolah 60 persen tidak suka tempe tapi mereka mau kalau diganti dengan tahu. Jadi tolong pengelola dapur memperhatikan hal ini," kata Buya Maigus pada saat menghadiri launching MBG di SMP N 22 Padang, Senin (15/2025).

Lebih lanjut, dia juga meminta SPPG terus menjalin koordinasi yang baik dengan pihak-pihak terkait, seperti BPOM, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang.

"Harus selalu monitor untuk memastikan aspek kesehatannya," tegasnya.

Sampai sejauh ini, pelaksanaan MBG di Kota Padang disebutnya berjalan cukup baik. Sampai saat ini, cakupan penerima sudah mencapai 32.000, mulai dari siswa-siswi dari semua sekolah dan semua tingkatan, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

"Targetnya untuk 2025 ini sudah dapat beroperasi sebanyak 17 dapur (SPPG). Masing-masingnya melayani 3.000 penerima," ujar dia.

Buya Maigus Nasir menyebut bahwa program MBG yang digagas Presiden Prabowo Subianto ini sejalan dengan visi misi Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran yang juga memberikan perhatian serius terhadap para pelajar.

"Pak Wali Kota mefasilitasi pendidikan anak-anak kita melalui Kartu Padang Juara. Untuk anak-anak yang kurang mampu disediakan baju seragam dan LKS gratis. Ada juga beasiswa untuk siswa pintar dan kurang mampu," tambahnya.

Kolaborasi program pemerintah pusat dan daerah tersebut diharapkannya dapat menciptakan generasi muda Kota Padang yang siap menghadapi persaingan ketat pada 2045.

"Untuk kepala sekolah dan guru. Saya juga berpesan untuk tidak hanya menyiapkan otak anak-anak didik kita, tapi juga menyiapkan akhlak dan karakter anak-anak kita. Supaya anak-anak kita ini dapat jadi generasi emas Indonesia pada 2045 nanti," ulasnya.

Launching MBG di SMPN 22 Kota Padang tersebut turut dihadiri, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, perway Dinkes, perwakilan TNI/Polri, dan SPPG selaku penyedia MBG. (RRE/Taufik/Darwina)

Berita terkait

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Rohana Muthalib, Perempuan Pertama Wali Kota di Indonesia yang Mengubah Wajah Pontianak

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Pontianak-Spektroom : Di tengah dominasi laki-laki dalam dunia pemerintahan pada era awal kemerdekaan, nama Rohana Muthalib muncul sebagai sosok yang memecahkan batas zaman. Ia tercatat dalam sejarah sebagai wali kota perempuan pertama di Indonesia, memimpin Pontianak pada dekade 1950-an dan meninggalkan jejak penting dalam pembangunan kota yang

Apolonius Welly, Rafles
Pelatihan Paralegal Untuk Mengoptimalkan Kader PKK Dalam Mendampingi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Pelatihan Paralegal Untuk Mengoptimalkan Kader PKK Dalam Mendampingi Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Semarang-Spektroom : Pelatihan paralegal merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader dalam melakukan edukasi, pencegahan, advokasi, serta pendampingan terhadap perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Kader PKK yang telah mengikuti pelatihan paralegal, untuk aktif mendampingi perempuan dan anak korban kekerasan di daerah masing-masing. Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan

Sigit Budi Riyanto, Rafles
Promovendus: Perbuatan Korup Terjadi karena Adanya Pergeseran Moral

Promovendus: Perbuatan Korup Terjadi karena Adanya Pergeseran Moral

Makassar-Spektroom : Tindak pidana korupsi di Indonesia mengalami kenaikan sehingga di kualifikasikan sebagai kejahatan luar biasa atau extraordinary crime. Dampak dari tindak pidana korupsi ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial terhadap negara dalam jumlah yang sangat fantastis, namun juga merusak sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, menggerogoti keadilan sosial, merusak efektivitas

Yahya Patta, Julianto
ссс