Trending

Penyerapan Beras Bulog Jateng Capai 106 Persen, Stok Tembus 465 Ribu Ton

Penyerapan Beras Bulog Jateng Capai 106 Persen, Stok Tembus 465 Ribu Ton
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, Senin (12/10/2026) : Jateng pengadaan pangan telah memenuhi Target 106 persen . (Foto : Karindra).

Semarang-Spektroom : Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Tengah terus menyerap gabah dan beras petani meski realisasinya telah mencapai 106 persen dari target pemerintah hingga pekan kedua Oktober 2026.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga di tingkat produsen sekaligus memastikan ketersediaan beras menjelang akhir tahun.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Tengah, Sri Muniati, Senin (12/10/2026) di Ungaran mengatakan realisasi penyerapan beras secara nasional juga telah melampaui target penugasan pemerintah sebesar empat juta ton. Hingga pekan lalu, penyerapan nasional mencapai 4,115 juta ton.

“Untuk Jawa Tengah sendiri juga sama, sudah mencapai 106 persen. Meski demikian, kami tentu akan terus melakukan penyerapan sampai akhir tahun,” ujarnya.

Penyerapan dilakukan dengan mendatangi sentra produksi yang sedang memasuki masa panen. Sejumlah daerah dengan tingkat panen tinggi antara lain Sukoharjo, Grobogan, Demak, Sragen, Banyumas, dan Magelang.

Upaya tersebut diharapkan menjaga harga gabah dan beras tetap menguntungkan petani, sehingga mereka memiliki kepastian pasar untuk hasil panennya.

Di sisi konsumen, Bulog Jateng memperkuat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Hingga Oktober 2026, realisasinya mencapai 116.000 ton atau 144,72 persen dari target sekitar 101.000 ton.

Rata-rata penyaluran mencapai 110 ton per hari melalui pasar rakyat, gerakan pangan murah, jaringan distribusi, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai lembaga.

Bulog juga memperluas distribusi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Koperasi dapat memesan beras sesuai kebutuhan tanpa batasan jumlah seperti pada sejumlah saluran distribusi lainnya, dengan tetap mempertimbangkan kondisi stok setempat.

Harga beras SPHP kemasan lima kilogram di Jawa Tengah ditetapkan maksimal Rp12.500 per kilogram. Adapun beras medium non-SPHP memiliki harga eceran tertinggi Rp13.500 per kilogram.

Sri Muniati menyebutkan, stok beras Bulog Jateng saat ini mencapai sekitar 465.000 ton setara beras. Dengan rata-rata penyaluran sekitar 55.000 ton, persediaan tersebut dinilai masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung penyaluran bantuan pangan.

Memasuki akhir tahun, Bulog mengantisipasi potensi gangguan produksi akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berdampak hingga awal 2027.

Selain menjaga penyerapan dan penyaluran SPHP, Bulog Jateng merencanakan kembali distribusi bantuan pangan pada Oktober hingga Desember 2026 untuk membantu menjaga daya beli masyarakat dan meredam tekanan harga menjelang pergantian tahun.

Berita terkait

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Merah Muda Fest 2026, Merawat Semangat Sumpah Pemuda Lewat Aksi dan Solidaritas

Jakarta — Spektroom : Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026), menjadi ruang pertemuan generasi muda untuk merayakan keberagaman sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Melalui Merah Muda Fest 2026, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 dihidupkan kembali dalam berbagai kegiatan kreatif, edukatif, dan kemanusiaan. Ketua Komisi D DPRD DKI

Irvan Idris Saleh, Nurana Diah Dhayanti