Trending

Percepatan Program MBG, Badan Gizi Nasional Gandeng Pemkab Sleman

Percepatan Program MBG, Badan Gizi Nasional Gandeng Pemkab Sleman
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Dadang Hendrayudha saat berkunjung di kantor Pemkab Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta.Rabu(5/11/25).Foto : Fatmawati.

Spektroom — Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, untuk mempercepat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui koordinasi langsung dengan pemerintah pusat.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha, bersama Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Albertus Dony Dewantoro serta Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Manajemen Strategis Sujatmiko, berkunjung ke Kantor Bupati Sleman, Rabu (5/11/2025).

Dadang menjelaskan, koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Presiden RI terkait pembentukan Tim Satgas Percepatan yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan.

“Kami dari Kementerian Dalam Negeri sudah membentuk Satgas Percepatan agar kegiatan di lapangan bisa berjalan lebih baik dan bersinergi,” ujar Dadang.

Terkait kasus keracunan di sejumlah sekolah di Sleman, Dadang menuturkan bahwa proses pendalaman masih berlangsung.

“Dari 3.600 siswa yang terdampak, hanya 10 hingga 30 yang menunjukkan gejala. Beberapa hasil laboratorium menunjukkan positif E. coli, sementara sebagian lainnya negatif,” ungkapnya.

Wakil Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Danang Maharsa saat diwawancarai wartawan terkait kunjungan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional di Kantor Bupati Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Rabu(5/11/25).Foto : Fatmawati.

Ia menegaskan bahwa setiap Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar dapur, termasuk pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mengelola sisa makanan.

“Standar dapur harus memiliki gudang kering dan basah, tempat pencucian, serta IPAL. Dengan begitu, pengolahan makanan dapat dikelola secara profesional dan meminimalkan dampak negatif di sekitar dapur,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa pihaknya telah memperoleh penjelasan konkret mengenai persyaratan standar SPPG.

“BGN mendorong pemerintah daerah untuk terlibat langsung dalam pengawasan program MBG sehingga memungkinkan adanya intervensi bila diperlukan. Kami akan menyiapkan pejabat eselon II dan III untuk masuk dalam tim percepatan sesuai kapasitas yang dibutuhkan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” kata Danang.

Penulis: Fatmawati
Editor: Biantoro

Berita terkait

Poliran Masuk Dunia Usaha, Polda Kalbar Dorong Satpam Jadi Mitra Strategis Polri

Poliran Masuk Dunia Usaha, Polda Kalbar Dorong Satpam Jadi Mitra Strategis Polri

Kubu Raya-Spektroom : Kepedulian terhadap persoalan pengangguran menjadi salah satu pintu masuk bagi Kepolisian Daerah Kalimantan Barat untuk memperkuat kemitraan dengan dunia usaha. Melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran), Ditbinmas Polda Kalbar mengajak perusahaan dan masyarakat berperan aktif menjaga stabilitas sosial sekaligus menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Upaya tersebut

Apolonius Welly, Julianto
Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Semangat Sumpah Pemuda, Generasi Muda Sleman Diajak Wujudkan Aksi Nyata Bela Negara

Sleman-Spektroom : Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup diwujudkan melalui peringatan setiap tahun, tetapi perlu diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Generasi muda didorong mengambil peran aktif di lingkungan masing-masing dengan mengembangkan potensi, menjaga persatuan, dan menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Pesan tersebut mengemuka dalam Talkshow Pasar Bela

Fatmawaty, Bian Pamungkas